Liga Tenis Meja Terry Palmer Indonesia 2023/2004
Liga Tenis Meja Terry Palmer Indonesia menjadi wadah bagi atlet tenis meja untuk berkembang. Besar harapan Singgih Yehezkiel agar lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di kancah pertandingan tenis meja internasional sebagaimana era 1980-an.
Jakarta – Kecintaan Singgih Yehezkiel pada tenis meja terlihat dari event tenis meja yang sering ia buat. Singgih , ayah pecatur Grand Master Wanita (GMW) Irene Kharisma Sukandar, sering membuat turnamen dan liga tenis meja bertaraf nasional di beberapa kota.
Kecintaannya pada tenis meja membuat Singgih berani menggelar liga dengan skala besar, yakni Liga Tenis Meja Terry Palmer Indonesia (LTMTPI) 2023/2024. Tak tanggung-tanggung, liga putaran baru tersebut menyediakan total hadiah uang sebesar Rp2,5 miliar.
“Event tenis meja tak boleh berhenti. Liga tenis meja ini adalah langkah awal untuk berbuat sesuatu bagi bangsa,” kata Singgih selaku ketua liga.
Liga ini juga, sambung Singgih, untuk merangkul para atlet tenis meja Indonesia dalam wadah pertandingan yang terarah. Para atlet berbakat tersebut memiliki media uji kemampuan yang terarah dan berkesinambungan.
Seri Pertama 3 Maret Mendatang
Sementara itu, Ketua Panpel LTMTPI 2023-2024 Jopie Warsono mengatakan bahwa pelaksanaan event ini mendapat dukungan penuh dari Direktur Terry Palmer Indonesia, Johnny Pesik. Johny memberi dukungan karena sejarah prestasi tenis meja Indonesia pernah berjaya pada era 1980-1990. Atau saat Sirkuit Laga Tenis Meja Utama (Silatama) masih berjalan.
“Tim tenis meja Indonesia pernah berjaya dengan menyapu bersih medali emas pada SEA Games 1993 di Singapura. Dengan perolehan tujuh medali emas,” ujarnya..”
Jopie, yang juga mantan jawara Silatama tiga tahun berturut-turut itu pun mengatakan bahwa LTMTPI akan digelar dalam delapan putaran selama dua tahun. Dari 2023-2024 dengan repetisi tiga bulan sekali. Seri pertamanya akan digelar di GOR Singasana, Bandung, Jawa Barat pada 8-10 Maret 2023 mendatang.
Menurut rencana, delapan tim tenis meja putra dan putri terbaik di Indonesia akan mengikuti LTMTPI. Setiap tim, baik putra maupun putri, boleh memiliki satu pemain.
“Saat ini, tercatat ada pemain dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Korea Selatan yang siap berlaga. Tidak tertutup kemungkinan ada petenis meja dari negara lain juga.”
Keterlibatan atlet tenis meja dari negara lain, Jopie menyebut, sama seperti yang pernah dilakukan Silatama. Tujuannya jelas, untuk menambah jam terbang dan mengasah ketajaman para atlet tenis meja asal Indonesia.
“Ini sebagai tolok ukur menghadapi kejuaraan internasional. Semoga liga ini bisa menjadi ajang yang terencana, terarah, dan berkesinambungan bagi para atlet tenis meja Indonesia,” harap Jopie.
Editor: Stebby Julionatan









