Uskup Baru Jayapura, Putra Asli Papua Pertama
Uskup baru Jayapura, Monsinyur Yanuarius Theofilus Matopai You, merupakan putra asli Papua yang pertama menjadi uskup di Bumi Cendrawasih. Paus Fransiskus menunjuk Yanuarius sebagai Uskup Jayapura pada 27 Oktober 2022.
Jayapura – Penunjukkan ini menjadi sejarah, karena Pastor Yanuarius adalah putra Papua pertama yang menjadi Uskup, setelah ratusan tahun kekatolikan ada di tanah Papua.
Uskup Yanuarius memilih moto “Ego Vobiscum Sum” yang artinya ‘Aku Menyertai Kamu’. Moto itu diambil dari Injil Matius bab 20 ayat 28. Bersama moto itu, Bapa Uskup Yanuarius yakin Tuhan selalu menyertai dan melindunginya dalam melaksanakan pelayanannya di Keuskupan Jayapura.
”Saya selalu yakin sejak tahbiskan sebagai pastor hingga kini menjadi Uskup Jayapura adalah penyelenggaraan Ilahi dari Tuhan. Ditunjuk Paus Fransiskus sebagai Uskup Jayapura adalah bukti nyata cinta Tuhan yang begitu besar bagi saya,” ungkap Yanuarius.
Mgr. Yanuarius juga menyebut dirinya akan melakukan sejumlah misi sebagai Uskup Jayapura.
Misi Pertama Mgr. Yanuarius
Misi pertamanya ialah menjaga persatuan di antara para pastor dalam umat Katolik di seluruh wilayah keuskupan Jayapura tanpa melihat perbedaan. Keuskupan Jayapura terdiri atas empat wilayah dekanat, yaitu Pegunungan Papua di Wamena, Jayapura yang mencakup hingga Sarmi, Keerom, serta Pegunungan Bintang.
Misi lainnya ialah bersinergi dengan umat beragama lain, pemerintah, lembaga sosial, serta aparat TNI dan Polri. Yanuarius juga membawa misi kemandirian dalam keuangan.
Selain itu, putra Papua tersebut juga akan membangun gereja dengan ciri khas kebudayaan Papua, baik dari sisi sarana, lagu, maupun bahasa. Ada juga rencana menggelar kelas pendidikan adat di setiap sekolah Katolik, seperti yang sudah diperjuangkan oleh Mgr. Leo Laba Lajar (Uskup Jayapura sebelumnya).
”Prinsipnya, kami akan tetap meneruskan misi yang selama ini telah diimplementasikan Mgr Leo, yaitu membangun gereja yang mandiri dan visioner. Salah satu misi yang paling penting dalam tugas saya nanti adalah menyiapkan tenaga pastor dan petugas pastoral, seperti guru agama,” ujar Yanuarius.
Ia menambahkan, gereja juga akan tetap menyuarakan perdamaian di Tanah Papua dengan mengikuti teladan Yesus Kristus yang memperjuangkan kerajaan Allah yang penuh damai. Gereja akan mengingatkan segala pihak terkait ketidakadilan, pelanggaran hak asasi manusia, stigma, dan rasisme.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kardinal Ignatius Suharyo mengucapkan selamat kepada Yanuarius yang telah resmi mengemban tugas sebagai Uskup Jayapura. Ia berharap Yanuarius dapat menjalankan tugasnya dengan setia dan menyuarakan kebenaran sejati bagi umat.
”Saya berharap Uskup Yanuarius dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menaruh belas kasih kepada sesama. Semoga Uskup Yanuarius terus memperkuat peran gereja yang selama ini telah diemban Uskup Leo hampir selama 30 tahun,” kata Ignatius.
Editor: Stebby Julionatan









