TinjauAds
Tinjau

Umat Kristiani Memasuki Pekan Suci: Minggu Palma

Dibaca dalam waktu1 Menit, 42 Detik

Umat Kristiani, baik Katolik maupun Protestan mulai memasuki Pekan Suci. Hari ini, Minggu (2/4/2023), merupakan Minggu Palma. Bagi Kristianitas, Minggu Palma ialah momentum Yesus memasuki Yerusalem, disambut bagaikan Raja. Situasi kontras yang akan berubah beberapa hari kemudian, ketika pada Jumat Agung, warga dan kota yang sama menghina dan menyalibkannya.

Jakarta, tinjau.id Perayaan Minggu Palma di Katedral Jakarta, Misa awal Pekan Suci, Minggu Palma berlangsung meriah. Umat mengangkat daun palem sebagai simbol menyambut Yesus di Yerusalem.

“Yerusalem, yerusalem, lihatlah Rajamu, Hosana, terpujilah, Yesus Raja Mahajaya,” sebut umat dalam nyanyian.

Minggu Palma dan maknanya

Minggu Palma merupakan minggu yang diperingati sebagai pembukaan sebelum memasuki pekan suci perayaan paskah.

Perayaan ini merujuk pada empat injil yaitu. Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Baca Juga” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Perayaan ini mengenang masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum akhirnya Dia disalibkan. Minggu Palma menjadi istimewa karena masuknya Yesus ke kota suci Yerusalem itu terjadi sebelum Ia mati dan bangkit dari kematian, itulah sebabnya Minggu Palma disebut sebagai pembuka Pekan Suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem.

Daun palma di simbolkan sebagai lambang kemenangan Yesus Kristus yang telah bangkit dan mengalahkan maut.

Paus Fransiskus dan Pesan Neokolonalisme jelang Pekan Suci

Memasuki Pekan Suci, Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus menyampaikan pesan menohok bagi dunia modern.

Melansir Hidup Katolik, Paus Fransiskus memperingatkan terhadap kolonialisme ekonomi dan ideologis modern dan sekali lagi, meminta maaf kepada orang-orang Kristen yang berkontribusi pada penjajahan Afrika dan Amerika.

“Tidak ada kekuatan – politik, ekonomi, ideologi – yang berhak menentukan identitas suatu bangsa atau kelompok sosial secara sepihak,” kata Paus Fransiskus dalam forum hakim untuk hak-hak sosial yang berkumpul minggu ini di Vatikan untuk lokakarya antarbenua Afrika dan Amerika tentang modernitas neokolonialisme.

“Penaklukan dan penjarahan orang-orang melalui penggunaan kekuatan atau penetrasi budaya dan politik adalah kejahatan, karena tidak ada peluang perdamaian di dunia yang membuang populasi dan menindas untuk menjarah,” tulis Paus dalam sebuah pesan.

Back to top button