Pesona Pantai Dusit Kalimantan Timur
Pantai Dusit kini menjadi salah satu lokasi favorit warga Balikpapan – Kalimantan Timur untuk bersantai. Selain gratis dan lokasinya yang tak jauh dari pusat kota, pantai tersebut menjadi semakin ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati suasana senja.
Balikpapan – Balikpapan, Kalimantan timur, terkenal sebagai kota pesisir yang memiliki garis pantai yang membujur jauh. Nah, siapa sangka, tak jauh dari pusat kota, terdapat Pantai Dusit. Pantai tersebut menawarkan pesona keindahan pasir putihnya.
Termasuk, di pantai Dusit, kini juga telah terbangun pemecah gelombang sepanjang 200 meter.
Pemecah gelombang itulah yang akhir-akhir ini viral di medsos karena menjadi spot favorit masyarakat berfoto sembari menikmati suasana senja.
Di sana, para pengunjung bisa duduk-duduk santai. Sambil menikmati pesona keindahan pasir pantai Dursit yang putih, para pengunjung pun dapat menyaksikan proses detik demi detik tenggelamnya matahari.
Tak heran, setelah lokasi ini viral, jumlah pengunjung yang datang ke pantai Dusit pun semakin meningkat. Bahkan kini di setiap sore, pantai Dusit ini tak pernah sepi pengunjung, apalagi saat memasuki akhir pekan.
Tak Pernah Menyadari
Sebelum lokasi ini viral, sebagian besar pengunjung tak pernah menyadari ada lokasi healing yang menawarkan panorama pantai indah seperti ini di Kota Balikpapan.
Salah satu pengunjung, Amanda, mengaku baru mengetahui lokasi pantai Dusit yang indah itu, setelah viral di media sosial.
“Baru tahu ada spot untuk bersantai sore di Balikpapan yang indah ini ya setelah viral. Saya tahunya setelah melihat lokasi ini di Tik-Tok,” kata Amanda.
Menurutnya, pantai Dusit menawarkan pesona keindahan hamparan pasir putih yang indah. Meski baru pertama kali berkunjung, namun pesona keindahannya mampu menghipnotis para pengunjung.
“Bagus. Anginnya juga sepoi-sepoi. Pas buat bersantai di sini,” imbuh Amanda.
Keluhkan Banyaknya Sampah
Kendati demikian, sebagian pengunjung mulai mengeluhkan banyaknya tumpukan sampah yang berserakan di sekitar garis pemecah ombak.
Hal itu tentu saja mengurangi nilai estetika di lokasi Pantai Dusit ini.
“Sayang sih. Mungkin karena viral jadi masyarakat banyak yang penasaran, terus berkunjung ke sini. Tapi malah menyebabkan tumpukan sampah,” keluh Amanda.
Amanda berharap para pengunjung yang datang ke Pantai Dursit dapat membuang sampah pada tempatnya agar keindahan pantai tersebut tetap terjaga.
Keluhan senada pun juga diungkapkan oleh pengunjung lainnya.
“Iya sedih. Karena lokasi ini sebenarnya bagus tapi sayangnya pengunjung membuang sampah sembarangan. Padahal kan sudah disediakan tempat sampah juga di sini,” ungkap Lala.
Tiket Gratis
Untuk bisa berkunjung ke Pantai Dusit, pengunjung tidak dikenakan tarif masuk alias gratis. Pengunjung hanya perlu membayar parkir sebesar Rp2 ribu untuk kendaraan roda dua, dan Rp5 ribu untuk kendaraan roda empat.
Nah bagaimana pembaca? Anda tertarik untuk berkunjung kesini ?
Editor : Stebby Julionatan









