LRT Jabodebek Beroperasi Terbatas 12 Juli, Siap-siap!
LRT Jabodebek direncanakan akan beroperasi dalam uji coba terbatas pada 12 Juli 2023 nanti. LRT Jakarta rencananya akan beroperasi penuh pada 18 Agustus 2023 mendatang.Pemerintah juga telah menginformasikan mengenai rencana tarif yang akan dikenakan bagi para pengguna LRT Jakarta.
Jakarta, tinjau.id – Ooperasi LRT Jabodebek yang rencananya bakal dimulai pada 12 Juli 2023.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pengujian terhadap LRT Jabodebek. Pengujian ini dilakukan jelang uji coba operasi LRT Jabodebek yang rencananya bakal dimulai pada 12 Juli 2023.
Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, pengujian dilakukan terhadap stasiun, rel, persinyalan, serta pengujian sarana yaitu rangkaian kereta. Selain itu, pengujian juga dilakukan terhadap seluruh sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di moda transportasi tersebut.
“Serangkaian pengujian ini kami lakukan sampai dengan LRT Jabodebek dinyatakan lulus uji dan tersertifikasi serta laik operasi,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu (9/7/2023).
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Setelah dilakukan serangkaian pengujian tersebut, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan mengeluarkan sertifikat hasil pengujian.
Kemudian akan dikeluarkan izin operasi oleh Menteri Perhubungan (Menhub). Adita menyebutkan, progres kesiapan baik dari sisi sarana, prasarana dan SDM rata-rata sudah mencapai sekitar 97 persen.
Dengan demikian, Kemenhub akan segera mengeluarkan sertifikat hasil pengujian yang nantinya akan dikeluarkan juga izin operasi dari menteri perhubungan.
“Pengujian akan terus kami lakukan bersama dengan pihak operator. Jika masih ditemukan adanya kekurangan, tentunya harus segera dilakukan perbaikan dan penyempurnaan,” katanya.
LRT Jabodebek sendiri dinilai aman pengoperasiannya. Sebab, LRT Jabodebek menggunakan teknologi yang lebih tinggi dari MRT Jakarta ataupun LRT Sumsel, yaitu generasi ke-3 atau GoA Level 3.
“Dengan teknologi ini, memungkinkan kereta dioperasikan tanpa masinis dan mengatur jarak antar kereta menjadi lebih dekat dengan tetap konstan menjaga jarak aman,” ucap Adita.
Sebagai informasi, serangkaian pengujian telah dilakukan sejak 2022 dan semakin intensif pada Mei 2023. Pada, 22 Juni 2023, Menko Luhut bersama Menhub telah menjajal LRT Jabodebek dari Stasiun Dukuh Atas menuju ke Stasiun Halim untuk kemudian menjajal Kereta Cepat.
Direncanakan, uji coba terbatas (trial operation) LRT Jabodebek akan dilakukan pada 12 Juli hingga Agustus 2023, dan ditargetkan sudah beroperasi secara komersial pada 18 Agustus 2023.
Saat ini, Kemenhub bersama operator moda ini juga tengah mempersiapkan skema pelaksanaan uji coba terbatas, diantaranya yaitu: terkait waktu operasi/berapa trip dalam sehari, kapasitas maksimal penumpang, rute perjalanan, dan lain sebagainya.
Tarif LRT Jabodebek Ditetapkan Rp 5.000 untuk Kilometer Pertama
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan tarif LRT Jabodebek sebesar Rp 5.000 untuk kilometer pertama. Setelah itu dikenakan Rp 700 per kilometer.
Juru bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, penetapan besaran tarif tersebut akan dituangkan ke Keputusan Menteri (kepmen) Perhubungan untuk disahkan.
“Rp 5.000 untuk kilometer pertama, Rp 700 per km selanjutnya. Ya ini perhitungan yang dituangkan di kepmen,” ungkap Adita, Jumat (7/7/2023).
Sementara untuk tarif jarak terjauh, sebelumnya Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal menyebut tarif maksimal sebesar Rp 20.000 untuk perjalanan Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Harjamukti dan Rp 25.000 untuk perjalanan Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Jati Mulya.
Perbedaan tarif jarak terjauh itu lantaran kedua rute tersebut memiliki perbedaan jarak, dimana jarak rute Dukuh Atas ke Harjamukti, Cibubur lebih dekat dari rute Dukuh Atas ke Jati Mulya, Bekasi.
Saat dikonfimasi mengenai besaran tarif terjauh ini, Adita membenarkan tarif maksimal LRT Jabodebek berada di kisaran Rp 20.000-Rp 25.000 jika mengacu pada perhitungan yang dituangkan di kepmen.
“Ya kira-kira seperti itu, kan tergantung jaraknya,” ucap Adita.
Meski besaran tarif sudah ditetapkan, pihaknya masih harus memfinalisasi keputusan ini melalui kepmen perhubungan. Setelah kepmen perhubungan terbit, barulah besaran tarif LRT Jabodebek bakal disosialisasikan ke publik. Namun Adita enggan mengungkapkan kapan kepmen perhubungan ini terbit.
“Pentarifan masih dalam finalisasi aspek hukumnya. Angkanya sudah ditetapkan, sekarang tinggal masalah administrasinya,” ujarnya.
Sebelumnya, Adita menyebut tarif LRT Jabodebek akan diberikan subsidi tarif (public service obligation/PSO). Adapun besaran PSO yang akan diberikan untuk tarif LRT Jabodebek jarak terjauh sebesar 40 persen.
“Untuk jarak terjauh komponen subsidi sekitar 40 persen,” kata Adita, Selasa (16/5/2023). Pemberian PSO ini bertujuan agar tarif LRT Jabodebek terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat.









