TinjauAds
Tinjau

Belajar Filsafat Tidak Bermanfaat? Eh Jangan Salah, Simak!

Dibaca dalam waktu6 Menit, 12 Detik

Belajar Filsafat? Katanya ilmu ini mengawang-awang dan tidak bermanfaat untuk dunia kerja. Eh jangan salah. Pendidikan luar negeri menempatkan Filsafat sebagai pelajaran dasar bagi setiap anak didik. Salah satu contoh bagi kehidupan nyata: seorang ahli apapun tanpa etika, maka keahliannya akan membuat dunia berantakan. Etika apa? Itu hanya salah satu dari apa yang bisa dipelajari dari Filsafat.

Jakarta, tinjau.id Ada juga yang mengatakan bahwa belajar filsafat itu susah? Hal ini yang dirasakan orang-orang yang sudah pernah belajar filsafat. Mereka mengatakan kata-kata yang sulit dimengerti dan membingungkan, begitupun ketika kita membaca buku-buku filsafat sulit dimengerti, jadi apakah mempelajari filsafat itu berat dan rumit? Ada gunanya?

Semua ilmu sebenarnya sulit, tapi akan jadi mudah ketika kita menemukan guru yang hebat, ilmu filsapat tidak seberat yang dibicarakan orang-orang ketika kita sudah mempelajarinya.

Pertama apa itu filsafat?

Filsafat berasal dari dua kata yakni philo dan Sophia yang berarti cinta akan kebijaksanaan. Pertanyaanya adalah mengapa filsafat disebut sebagai ilmu yang berbicara tentang kebijaksanaan? Apakah dengan belajar filsafat seseorang akan menjadi bijaksana?

Filsafat adalah ilmu yang tak terbatas karena tidak hanya menyelidiki suatu bidang tertentu dari realitas yang tertentu saja. Filsafat senantiasa mengajukan pertanyaan tentang seluruh kenyataan yang ada. Filsafat pun selalu mempersoalkan hakikat, prinsip, dan asas mengenai seluruh realitas yang ada, bahkan apa saja yang dapat dipertanyakan, termasuk filsafat itu sendiri.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Filsafat dikatakan menjadi kebijaksanaan karena metode dasar mempelajari filsafat dengan bertanya. Para filsuf mempelajari sesuatu dengan bertanya. Contohnya pertanyaan dari manakah alam semesta berasal.

Filsafat memang abstrak, namun tidak berarti filsafat sama sekali tidak bersangkut paut dengan kehidupan sehari-hari yang kongkret. Keabstrakan filsafat tidak berarti bahwa filsafat itu tak memiliki hubungan apa pun juga dengan kehidupan nyata setiap hari. Kendali tidak memberi petunjuk praktis tentang bagaimana bangunan yang artistic dan elok, filsafat sanggup membantu manusia dengan memberi pemahaman tentang apa itu artistic dan elok dalam kearsitekturan sehingga nilai keindahan yang diperoleh lewat pemahaman itu akan menjadi patokan utama bagi pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut.

Manfaat umum filsafat bagi kehidupan

Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya. Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita, karena filsafat mengajarkan bagaimana kita bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar.

Filsafat membuat kita lebih kritis. Filsafat mengajarkan pada kita bahwa apa yang mungkin kita terima begitu saja ternyata salah atau menyesatkan—atau hanya merupakan sebagian dari kebenaran.

Filsafat mengembangkan kemampuan kita dalam menalar secara jelas, membedakan argumen yang baik dan yang buruk, menyampaikan pendapat (lesan dan tertulis) secara jelas, melihat sesuatu melalui kacamata yang lebih luas, melihat dan mempertimbangkan pendapat dan pandangan yang berbeda.

Dengan mempelajari karya-karya para pemikir besar, para filsuf dalam sejarah dan tradisi filsafat, kita akan melihat betapa besar sesungguhnya pengaruh filsafat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, agama, pemerintahan, pendidikan dan karya seni.

Kadang ini memang bisa mendorong kita menolak pendapat-pendapat yang telah ditanamkan pada kita, tetapi filsafat juga Filsafat memberi bekal dan kemampulan pada kita untuk memperhatikan pandangan kita sendiri dan pandangan orang lain dengan kritis Kemampuan berfikir secara jernih, menalar secara logis, dan mengajukan dan menilai argumen, menolak asumsi yang diterima begitu saja, dan pencarian akan prinsip-prinsip pemikiran dan tindakan yang koheren—semuanya ini merupakan ciri dari hasil latihan dalam ilmu filsafat.

Ada manfaat khususnya loh!

Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Oleh karena itu, fungsi filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara keseluruhan, yakni :

Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada.

Filsafat Ilmu dapat digunakan untuk mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya.

Katanya, Filsafat Ilmu juga memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia. Juga memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan.

Dalam kehidupan nyata, Filsafat Ilmu dapat menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan itu sendiri, seperti ekonomi, politik, hukum dan sebagainya.

Menurut Agraha Suhandi (1989) Filsafat ilmu bermanfaat untuk menjelaskan keberadaan manusia di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan alat untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Filsafat ilmu bermanfaat untuk membangun diri kita sendiri dengan berpikir secara radikal (berpikir sampai ke akar-akarnya), kita mengalami dan menyadari keberadaan kita.

Filsafat ilmu memberikan kebiasaan dan kebijaksanaan untuk memandang dan memecahkan persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang hidup secara dangkal saja, tidak mudah melihat persoalan-persoalan, apalagi melihat pemecahannya.

Filsafat ilmu memberikan pandangan yang luas, sehingga dapat membendung egoisme dan ego-sentrisme (dalam segala hal hanya melihat dan mementingkan kepentingan dan kesenangan diri sendiri).

Filsafat ilmu mengajak untuk berpikir secara radikal, holistik dan sistematis, hingga kita tidak hanya ikut-ikutan saja, mengikuti pada pandangan umum, percaya akan setiap semboyan dalam surat-surat kabar, tetapi secara kritis menyelidiki apa yang dikemukakan orang, mempunyai pendapat sendiri, dengan cita-cita mencari kebenaran.

Filsafat ilmu memberikan dasar-dasar, baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan dan lainnya, seperti sosiologi, ilmu jiwa, ilmu mendidik, dan sebagainya.

Filsafat ilmu bermanfaat sebagai pembebas. Filsafat bukan hanya sekedar mendobrak pintu penjara tradisi dan kebiasaan yang penuh dengan berbagai mitos dan mite, melainkan juga merenggut manusia keluar dari penjara itu. Filsafat ilmu membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir yang mistis dan dogma.

Filsafat ilmu membantu agar seseorang mampu membedakan persoalan yang ilmiah dengan yang tidak ilmiah.

Filsafat ilmu memberikan landasan historis-filosofis bagi setiap kajian disiplin ilmu yang ditekuni. Filsafat ilmu memberikan nilai dan orientasi yang jelas bagi setiap disiplin ilmu.

Filsafat ilmu memberikan petunjuk dengan metode pemikiran reflektif dan penelitian penalaran supaya manusia dapat menyerasikan antara logika, rasio, pengalaman, dan agama dalam usaha mereka dalam pemenuhan kebutuhannya untuk mencapai hidup yang sejahtera.

Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional, agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.

Nah, setelah mengetahui mafaat belajar filsafat, kita akan lebih termotivasi untuk belajar tentang apapun yang ada di sekitar kita

Dimana belajar Filsafat?

Untuk belajar Filsafat, sebenarnya siapapun dapat membeli buku Filsafat di toko buku dan membaca dari sana.

Tetapi, akhir-akhir ini semakin banyak kegiatan intelektual Filsafat di Indonesia. Bukankah itu sebuah kemajuan baik?

Ya! Belajar Filsafat sebelumnya dianggap tidak perlu. Akhir-akhir ini malah banyak yang membaca Filsafat agar bisa mengakses isu-isu mengenai hidup bahagia. Maka muncul banyak pembahasan mengenai meraih hidup bahagia dalam buku-buku maupun tayangan video.

Tapi untuk kamu yang ingin lebih terarah dan mendapatkan pemahaman Filsafat lebih terstruktur dan jelas, beberapa komunitas informal maupun formal di Indonesia menyediakan itu.

Di Jakarta ada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Satu-satunya perguruan tinggi Filsafat swasta terakreditasi unggul oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kalau ingin belajar di perguruan tinggi negeri, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada menyediakannya.

Di Bandung ada juga Program Studi terakreditasi unggul yang khusus menyediakan program Filsafat yaitu Universitas Katolik Parahyangan.

Beberapa perguruan tinggi di Timur Indonesia juga baik untuk menjadi rujukan pembelajaran Filsafat, sebut saja Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng di Manado, lalu ada Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero di Nusa Tenggara Timur.

Kalau tidak harus kuliah formal bagaimana? Apakah tetap bisa belajar Filsafat?

Nah, kamu bisa ikut Kelas Extention Course bagi Karyawan ataupun kalangan umum yang ingin mendengarkan semester tematis mengenai Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Juga ada program serupa di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Selain itu, sekarang sudah ada banyak komunitas seperti Kelas Underground Utan Kayu, Teater Salihara, Kelas Isolasi bahkan hingga Philophest ID atau Festival Filsafat Indonesia yang digelar setiap tahun.

Back to top button