TinjauAds
Tinjau

Banjir di Paser Surut, Tersisa 4 Desa yang Masih Tergenang

Dibaca dalam waktu1 Menit, 53 Detik

Banjir yang merendam 13 desa  di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur selama sepekan, Senin (20/3/23) mulai surut. Kini, hanya tersisa empat desa yang masih terendam banjir. 

Paser, tinjau.id Banjir  di Kecamatan Longkali Kabupaten Paser, kini  hanya tersisa empat desa yang masih terendam dengan ketinggian 1,5 meter.

Sebelumnya ketinggian banjir di 13 desa sempat mencapai ketinggian dua meter. Namun berdasarkan pantauan langsung dari Kecamatan Longkali, ketinggian banjir berangsur surut dan hanya menyisakan genangan setinggi 30 hingga 50 centimeter.

Banjir yang melanda Kecamatan Longkali itu, telah berlangsung selama satu pekan, sehingga memaksa ratusan warga korban banjir mengungsi ke posko pengungsian.

Namun, kini dari puluhan titik posko pengungsian  sudah terlihat sepi. Mereka telah kembali ke rumahnya maisng-masing.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Camat Longkali, Arfah mengatakan berdasarkan pantauan petugas di lapangan, Senin (20/3/23) kemarin,  luas area yang masih tergenang banjir sudah semakin mengerucut.

Hanya tersisa empat desa saja yang masih terendam banjir. Yakni Desa Sebakung, Desa Sebakung Makmur, Desa Sebakung Taka dan juga Desa Muara adang Dua.

“Alhamdulillah, per hari ini  terjadi penurunan debit banjir yang cukup signifikan. Desa yang terdampak banjir juga sudah semakin mengerucut dan hanya tersisa empat desa saja,” kata Arfah saat ditemui  tinjau.id di Posko Penanggulangan Banjir, Senin (20/3/23) sore.

Warga Kembali ke Rumahnya

Menurutnya, surutnya genangan membuat ratusan warga korban kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka mulaimembersihkan rumah dari sisa-sisa lumpur yang ikut terbawa oleh genangan banjir.

“Saat ini kondisi pengungsian sebagian besar sudah kosong.  Karena sebagian besar masyarakat sudah kembali pulang ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan rumahnya dari lumpur,” tuturnya.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Kendati demikian, pemerintah daerah setempat masih terus mendistribusikan bantuan logistik ke empat desa  melalui titik-titik dapur umum yang ada.

“Untuk bantuan logistik masih terus kita salurkan, tetapi sekarang langsung ke titik-titik dapur umum yang ada di empat desa yang masih terendam banjir,” katanya.

Sementara itu, sembilan gedung sekolah mulai dari TK, SD dan SMP masih belum bisa berfungsi. Karena ada yang masih tergenang banjir dan sisa lumpur pascabanjir.

“Kalau untuk sarana sekolah memang seluruhnya masih belum bisa berfungsi lagi. Karena ada yang masih tergenang air dan ada pula yang masih penuh lumpur. Mungkin Selasa atau Rabu baru bisa,” tutupnya.

 

Back to top button