Banjir di Luwu Utara, 290 Rumah Terendam
Banjir merendam wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (14/3/23). Akibat banjir tersebut 290 rumah terendam banjir.
Luwu, tinjau.id – Banjir terjadi pascahujan dengan intensitas tinggi sehingga menyebabkan debit air sungai Masamba meluap menuju permukiman warga pukul 23.00 Wita.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, terdapat tiga desa terdampak banjir.
Yakni Desa Lembang-lembang di wilayah Kecamatan Baebunta Selatan, Desa Cenning dan Wara di Kecamatan Malangke Barat.
Berdasarkan data sementara yang berhasil terhimpun, banjir mengakibatkan 290 kepala keluarga terdampak, dan 290 unit rumah warga terendam.
Tercatat 32 kepala keluarga mengungsi ke dua lokasi titik pengungsian, yatu Posko Pengungsi Desa Kalitata dan Posko Pengungsi Gereja Urukumpang.
Banjir turut merendam beberapa infrastruktur lainnya, seperti dua fasilitas umum, dua tempat ibadah, tujuh kilometer ruas jalan dan sekitar 800 hektar lahan pertanian.
BPBD Kabupaten Luwu Utara bersama aparat setempat melakukan pendataan, pemantauan debit air, dan juga penanganan pada warga terdampak. Pagi ini, banjir mulai tampak surut di beberapa titik.
Merujuk informasi prakiraan cuaca BMKG, wilayah Sulawesi Selatan bakal akan mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan ringan pada hari ini, Kamis (16/3/23) dan Jumat besok.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Sementara itu, berdasarkan InaRisk BNPB, wilayah Kabupaten Luwu Utara memiliki risiko bencana banjir pada tingkat sedang hingga tinggi dengan potensi wilayah terdampak sebanyak 12 kecamatan.
Melihat data tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana banjir, seperti di sekitar daerah aliran sungai.
Pemerintah daerah harus meninggikan dan memperkuat tanggul-tanggul disekitar sungai dengan sand bag untuk meminimalisi meluapnya debit air sungai.
Sementara bagi masyarakat agar secara rutin mencari informasi cuaca. Jika terjadi hujan lebih dari satu jam kemudian jarak pandang kurang dari 100 meter, segera keluar rumah dan cari lokasi aman dan lebih tinggi secara mandiri.









