TinjauAds
Tinjau

Pep Guardiola Minta Haaland Jangan Cepat Puas

Dibaca dalam waktu1 Menit, 45 Detik

Pep Guardiola kembali membangkitkan monster dalam dunia sepak bola. Kali ini  monster itu ialah Erling Haaland, striker asal Norwegia yang bermain untuk Manchester City.

Manchester, tinjau.idTentu bukan sesuatu yang mengejutkan.  Haaland mengingatkan kita pada Lionel Messi, yang juga mencetak 5 gol dalam 1 pertandingan.

Erling Haaland berhasil membawa timnya terus melaju dalam perebutan Liga Champions, Ia menyumbangkan 5 gol dari 7 gol kemenangan atas RB Leipzig.

Kemenangan itu mengantar Manchester City ke perempat final Champions League dengan keunggulan agregat 8-1 atas RB Leipzig.

Berkat aksinya itu, Haaland mencatatkan rekor. Ia sudah membukukan lima hattrick (mencetak 3 gol dalam satu pertandingan) untuk Man City di semua kompetisi musim ini. Menjadi yang paling banyak di antara pemain lain di lima liga top Eropa.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Haaland juga mengukir catatan istimewa. Ia menjadi pemain ketiga yang mampu mencetak lima gol dalam satu laga Liga Champions setelah Luiz Adriano (Shakhtar Donetsk vs Bate Borisov 7-0) dan Lionel Messi (Barcelona vs Bayern Leverkusen 7-1).

Sejatinya Haaland bisa saja menambah jumlah golnya, tetapi semua itu hilang ketika Pep Guardiola menggantinya pada menit ke-63.

 

Striker asal Norwegia itu bahkan juga mengungkapkan keinginannya untuk mencetak doubel hattrick kepada Guardiola saat keluar lapangan.

“Saya mengatakan kepada (Guardiola) saat keluar bahwa saya ingin mencetak double hattrick, tapi apa yang bisa saya lakukan?” ucap Haaland, mengutip dari Daily Mail.

Biar Tetap Mempunyai Target

Pep Guardiola memberi tahu alasan dirinya menarik keluar Haaland ketika mantan pemain Dortmund itu tengah ‘menggila’ di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Guardiola tampak berkelakar. Ia mengatakan bahwa dirinya ingin Haaland tetap mengantongi target. Dan ia minta Haaland jangan cepat puas.

“Jika dia mencapai catatan emas itu (double hattrick) pada usia 22, 23 tahun, hidupnya bakal membosankan. Sekarang dia memiliki target tersebut, oleh karena itu saya lakukan pergantian,” tutur Guardiola.

“Saya tidak tahu soal Messi melawan Bayern Leverkusen. Akan tetapi, biasanya, saya ingin semua pemain bisa turun ketika lawan sudah habis,” kata dia.

Belum saatnya ia menjadi monster, biarlah dia lebih berkembang dan menjadi monster yang sesungguhnya. Mampukah monster ciptaan Pep Guardiola ini membawa timnya mengangkat Piala Liga Champions? menarik untuk di tunggu.

 

Back to top button