LSM Gampil Menduga 70% Dana Desa di Subang Bocor
Sejumlah LSM melaporkan dugaan kebocoran Dana Desa Kabupaten Subang. Salah satunya LSM Gampil menduga 70 persen dana desa mengalami kebocoran.
Subang, tinjau.id – Ketua LSM Gampil Kabupaten Subang menduga adanya kebocoran dana desa di Kabupaten Subang.
Dia bersama timnya melakukan investigasi dan kajian tentang penggunaan dana desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Melansir dari skpknews.id, Ketua LSM Gampil, Enjang Black, mengungkapkan dari hasil investigasi mereka banyak menemukan dugaan penyimpangan anggaran.
“Setelah kami mengumpulkan dari kajian telah banyak menemukan dugaan-dugaan penyimpangan oleh oknum aparat desa,” kata Enjang baru-baru ini.
“Seperti tidak sinkronnya Siskudes dengan praktik di lapangan, Dan di tahun 2022 lalu banyak dugaan penyelewengan yakni Anggaran Program Sapa Warga bantuan dari Banprov,” lanjut Enjang.
Program Sapa Warga adalah bantuan untuk belanja pulsa atau kuota untuk tiap RW sebesar Rp 600.000.
“Namun setelah kami mengecek ke tiap RW kebanyakan Ketua RW tidak mengetahuinya,” jelas Enjang.
LSM Gampil juga melakukan investigasi kepada dua Program PPKM pada saat pandemi Covid-19 lalu. Dalam Program PPKM itu ada anggaran pembelanjaan alat-alat kesehatan.
“Namun patut kami duga adanya mark up harga di tiga anggaran pemberdayaan masyarakat desa tersebut yang tidak jelas penggunaannya dan riskan untuk diselewengkan,” tambah Enjang.
Ia juga menduga masih banyak anggaran yang tidak transparan. “Dan masih banyak kegiatan-kegiatan di desa yang tidak transparan,” ungkapnya lagi.
LSM Gampil menduga dari kegiatan tersebut sekitar 70 persen dari anggaran yang ada bocor.
“Setelah kami menghitung, perkiraan anggaran yang bocor sekitar kurang lebih Rp 22 miliar untuk desa se-Kabupaten Subang,” kata Enjang.
Seharusnya kebocoran anggaran untuk desa tidak akan terjadi jika ada monitoring yang baik.
“Pihak kecamatan, Dispemdes, dan Irda berperan penting mengawasi anggaran dana desa itu. Sehingga bisa mencegah kebocoran anggaran,” pungkasnya.









