TinjauAds
Tinjau

Dishub Pangkas Operasional Angkot di Kota Bogor

Dibaca dalam waktu2 Menit, 8 Detik

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor bakal memangkas jumlah angkutan perkotaan (angkot) yang beroperasi di Kota Bogor. Hal tersebut menyusul kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi, khususnya di kawasan sistem satu arah (SSA) bundaran Kebun Raya Bogor.

Bogor, tinjau.id – Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, saat ini program yang sedang mereka jalankan yakni rerouting untuk pengurangan jumlah angkot yang selama ini wara-wiri di Kota Bogor.

Selain itu, jelas Eko, terdapat langkah lain yang  pihaknya lakukan. Mulai dari penataan badan badan hukum, penyeimbang suplai demand dengan cara merasionalisasi angkot, dan subsidi dari pemerintah pusat.

“Di antaranya, mengoperasionalkan 10 trayek yang memang ada pada SK Walikota nomor 551.2.45-81 tahun 2018 tentang penetapan jaringan trayek dan jumlah angkot di Kota Bogor,” kata Eko, Sabtu (11/3/23).

Menurutnya, di dalam SK Walikota nomor 551.2.45-81, terdapat 30 trayek angkutan umum. Dan ada 10 trayek yang belum beroperasional. Konsep penataan program rerouting saat ini adalah mengoperasionalkan 10 trayek untuk mengurai rute berhimpit di jalur SSA.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Secara bertahap mengoperasionalkan 10 trayek tersebut yang diawali dengan 3 trayek prioritas yang diaktifkan. Di antaranya, trayek 23 AP dengan rute Pasar Anyar ke Taman Griya Kencana. Lalu trayek 26 AP rute Terminal Merdeka ke Villa Mutiara. Ketiga, trayek 28 AP dari Pabuaran ke Lawang Saketeng/BTM,” jelasnya.

3 Trayek Sudah Aktif

Dari tiga trayek itu, kata Eko, setiap trayek akan memiliki kuota 50 armada, sehingga tiga trayek yang beroperasional berjumlah 150 armada angkot. Untuk pengisian tiga trayek itu akan mengambil dari 13 rute trayek yang berhimpit di Jalur SSA.

“Trayek berhimpit tersebut di antaranya, dari trayek 02 AK, 03 AK, 07 AK, 09 AK, 01 AK, 03 AP 05 AP, 08 AP, 09 AP, 13 AP, 21 AK, 25 AP dan 30 AP,” jelas Eko.

Eko juga mengatakan, pengoperasian 3 trayek baru tersebut harapannya akan mengurangi jumlah angkot di Jalur SSA, dari 13 trayek berhimpit. Besar harapan agar operator masyarakat transportasi angkutan umum dapat bertransformasi terhadap 10 trayek tersebut. Terutama 3 trayek yang telah teruji coba sebelumnya dan saat ini sudah aktif.

“Saat ini dari 3 trayek tersebut, beberapa operator telah memproses transformasi kepindahan trayek tersebut. Kami menargetkan kuota akan terpenuhi di 3 trayek itu di bulan April 2023 mendatang. Masyarakat juga bisa langsung menggunakan angkot kepada jalur 3 trayek yang sudah aktif saat ini,” paparnya.

Kabid Angkutan Dishub Kota Bogor, M. Yafies menambahkan, untuk tarif angkot pada 3 trayek yang teraktivasi, menggunakan tarif sesuai dengan SK Walikota nomor 551.2/KEP.280-Dishub/2022. “Tarifnya sama yaitu Rp. 5.000, untuk di 3 trayek tersebut,” ujarnya.

 

Back to top button