Hapus Tato Gratis, Asal Hafal Salah Satu Surat Alquran
Hapus tato gratis untuk umum, dengan syarat hafal salah satu surat di Alquran. Program hijrah dari Laznas Dewan Dakwah Jawa Timur ini banyak peminat, mengingat biaya menghapus tato bisa mencapai jutaan rupiah.
Probolinggo, tinjau.id – Berkolaborasi dengan Dewan Dakwah Kota Probolinggo, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Jatim memberikan kesempatan untuk hijrah hapus tato.
Kegiatan ini digelar selamat dua hari, peminatnya sangat antusias karena tidak dikenakan biaya alias gratis. Peserta cukup mendaftar baik secara online maupun offline, dengan syarat bisa menghafal salah satu surat di Alquran.
Sabtu (4/3/23) lalu sekitar 55 orang laki- laki dan perempuan yang mendaftar. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kegiatan ini digelar di rumah dinas wali kota, Jalan Panglima Sudirman nomor 1.
Daniela (25) gadis dari Jember, sudah lama menunggu program hapus tato. Dulu ia merasa bangga membuat tato itu meski proses pembuatannya sakit. Awal punya tato sebagai pelarian dan meningkatkan rasa percaya diri.
Berhijrah Menjadi Muslimah yang Baik
Kala itu dia masih sekolah SMP dan bergabung dengan grup punk. Namun begitu beranjak dewasa dan mengenal pria yang soleh, ia pun berhijab. Niatnya hijrah untuk menjadi muslimah yang lebih baik, itulah motivasinya.
Sepanjang perjalanan naik motor dari rumahnya menuju lokasi, ia menghafalkan Surat Al Qodr sebagai syaratnya.
“Meski hanya lima ayat, kalau tidak hafal khawatir tidak bisa ikut program ini. Saya mau menghapus tato di tangan dan jari Sejak menggunakan hijab, jadi risih melihat tato ini. Tidak pantas rasanya,” urainya.
Setelah lolos proses screening dan tes hafalan Surat Al Qodr, Daniela langsung menuju ruangan yang tersedia. Bagi peserta perempuan, terapisnya ustadzah Fitri. Sedangkan bagi peserta laki-laki, ada dua ustad terapisnya.
Proses penghapusan tato dengan menggunakan laser, tidak bisa hilang sekaligus.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Menurut terapisnya tergantung jenis tinta dan luas tato yang ada di tubuhnya.
“Kalau warna hitam mudah menghilangkannya. Tetapi yang multi warna serta motifnya variatif otomatis membutuhkan waktu yang ekstra dan harus telaten menanganinya,” ujar Fitri.
Dalam kegiatan itu juga ada dokter Imam Hudoris yang memantau secara medis. Mulai pra hingga treatment usai hapus tato.
“Alhamdulillah sejauh ini para peserta tidak ada masalah. Setelah kita olesi salep dan membungkus dengan perban. Kami minta untuk menghindari terkena air hingga lima jam. Jika ada keluhan bisa menghubungi fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.









