TinjauAds
Tinjau

Senin, Kabupaten Bogor Dilanda 22 Bencana

Dibaca dalam waktu1 Menit, 49 Detik

Kabupaten Bogor diterpa 22 peristiwa bencana alam. Warga pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, menyusul intensitas hujan di Bumi Tegar Beriman ini masih sangat tinggi.

Bogor, tinjau.id – Plt Kepala BPBD Kabupaten Bogor Asep Sulaeman mengungkapkan, pihaknya mencatat ada 22 titik bencana longsor dan angin kencang di wilayahnya,  Senin (27/2/23).

“Laporan dari lapangan ada 22 kejadian hingga Senin sore kemarin, Mulai bencana ringan, sedang, hingga parah seperti longsor dan rumah ambruk. Sejumlah kejadian bencana ini terjadi di 14 kecamatan,” kata Asep, Rabu (1/3/23).

Dalam peristiwa bencana itu,  tidak ada korban jiwa. Hanya ada dua rumah yang ambruk, data  dari laporan desa dan warga,” tutur Asep.

Asep menjelaskan, ada 24 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, yang rawan bencana alam hidrologi. Seperti banjir, longsor dan pergerakan tanah hingga angin puting beliung.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Dari 24 kecamatan itu, ada ratusan desa yang masuk dalam zona merah daerah rawan bencana. Sementara dari sekitar 416 desa di Kabupaten Bogor, hanya 67 desa yang masuk dalam program desa tangguh bencana,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau warga Kabupaten Bogor agar meningkatkan kewaspadaan. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di dekat bantaran sungai dan tebingan.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Pihaknya juga terus melaksanakan program Destana yang berisi edukasi bagi masayrakat untuk siap siaga menghadapi ancaman bencana.

Tahun ini, jelas Asep, Pemkab Bogor mengalokasikan sekitar Rp 50 miliar untuk biaya tak terduga. Sebesar 70 persen atau sekitar Rp 40 miliar, difokuskan untuk penanganan bencana.

“Bedanya alokasi anggaran itu ada di BPKAD dan hanya diakses saat terjadi tanggap darurat,” tandas Asep.

Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan mengingatkan  seluruh masyarakat  meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Menurut Iwan, sikap waspada sangat penting untuk mengetahui sedini mungkin potensi alam di sekitar tempat tinggal masyarakat.

“Saya imbau  kita semua meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bogor seperti hujan lebat dan lainnya,” kata Iwan.

Iwan  juga meminta para relawan dan LSM  lebih optimal dalam membantu melaksanakan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Bogor.

“Kita punya sekitar 64 LSM yang bergerak di bidang penanggulangan bencana. Termasuk Pramuka, Karang Taruna, PMI dan lainnya untuk bergerak dan siap siaga,” pungkasnya.

 

Back to top button