TinjauAds
Tinjau

Akumulasi Tinjauan Gempa Cianjur: Masih Ada Gempa Susulan

Dibaca dalam waktu2 Menit, 29 Detik

Beberapa jam setelah gempa Cianjur, redaksi tinjau.id mencatat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat. Redaktur Senior, Melny Nova Katuuk merangkumnya.

Cianjur, tinjau.idBeberapa jam setelah gempa Cianjur, redaksi tinjau.id mencatat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat. Redaktur Senior, Melny Nova Katuuk merangkumnya berikut.

Soal Sesar Cimandiri

Sesar Cimandiri mengguncang dengan kekuatan (M) 6,6 siang (21/11/22), pukul 13.21 WIB. Getaran gempa dirasakan paling kuat di wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat. Laporan dari Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, bahwa gempa terletak pada koordinat 6,86o LS; 107,010 BT, di kedalaman 11 km. Adapun hiposenter gempa merupakan jenis gempa dangkal, yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri.

Catatan Mengenai Korban

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Sejauh ini konferensi pers yang dilakukan oleh BMKG dan BNPB siang tadi, mengonfirmasi ada 17 korban jiwa, dan 19 orang luka berat. Gempa juga telah mengakibatkan kerusakan bangunan dan infrastruktur di beberapa wilayah di kabupaten Cianjur, seperti di Desa Limbangansari, Kecamatan Jugenang. Sekitar 343 rumah, 1 unit pondok pesantren, 1 bangunan Rumah Sakit di Cianjur, 1 unit sarana ibadah, 1 unit toko, sekolah, dan gedung sekretariat daerah, rusak berat.

Di kawasan Puncak, dilaporkan material longsor menutupi jalanan sehingga memutus lalu lintas warga.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Data ini dapat berubah karena BNPB masih melakukan pendataan dan evakuasi korban.

BNPB akan mendirikan posko dan dapur lapangan. Upaya ini akan dibantu oleh TNI dan Polri yang akan segera menggelar dapur lapangan untuk membantu korban terdampak gempa.

Keterangan Lengkap BMKG

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Menurut BMKG, Gempa ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V – VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk dimana kebanyakan semua terkejut dan lari keluar). Lalu di Garut dan Sukabumi IV – V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Di Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan ada truk berlalu). Lalu di Rancaekek, Tangerang Selatan, Jakarta dan Depok dengan skala intensitas II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan ada truk berlalu).

Hingga saat ini sudah ada laporan kerusakan bangunan seperti rumah dan toko, kemudian juga dampak longsor di wilayah Cianjur.

Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 14.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 15 (lima belas) aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4,0.

Rekomendasi Tinjau

Pantauan redaksi untuk sementara memperlihatkan kesulitan masyarakat akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa.

Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diharapkan agar menghindari diri dari bangunan yang retak atau rusak serta dengan hati-hati memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal aman.

Pastikan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button