Pelebaran Jembatan Otista, Rute Presiden Jokowi Direkayasa
Pelebaran Jembatan Otista segera dilakukan. Nantinya ada rekayasa lalu lintas yang mengitari Kebun Raya Bogor. Rute iring-iringan Presiden Jokowi untuk keluar masuk Istana Bogor juga bakal berubah.
Bogor, tinjau.id – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, rencana pengerjaan pelebaran Jembatan Otista sehari setelah Hari Raya Idul Fitri, 22 April 2023.
Bima Arya memastikan, pihaknya sudah melakukan segala persyaratan untuk pelebaran jembatan tersebut, termasuk berkonsultasi dengan Istana Bogor.
Dia mengakui, pelebaran Jembatan Otista juga akan berpengaruh terhadap rute perjalanan Presiden Jokowi menuju Istana Bogor.
Pembangunan jembatan Otista, kata Bima Arya. akan memakan waktu sekitar sembilan bulan.
“Sudah semua. Semua persiapan sudah ditempuh. Nanti kita mulai setelah lebaran. Kami sudah melapor ke istana dan sudah mengkordinasikannya,” ungkap Bima Arya, Kamis (23/2/23).
Proyek pelebaran Jembatan Otista, merupakan salah satu program prioritas Kota Bogor untuk mengatasi kemacetan dalam kota.
Jembatan Otista ini juga merupakan salah satu ring jalur menuju Istana Bogor.
Menurut Bima Arya, jembatan Otista selama ini menjadi titik penyebab kemacetan di jalur Sistem Satu Arah (SSA) Istana dan Kebun Raya Bogor.
Musababnya, jembatan Otista hanya memiliki lebar sekitar 5,5 meter. Praktis dengan lebar ini jembatan Otista kendaraan hanya bisa dua jalur.
Kondisi ini membuat Jembatan Otista menjadi titik sendat (Bottle Neck) karena ruas Jalan Otista sendiri kini sudah memiliki empat lajur kendaraan.
Pemkot Bogor sendiri berencana melebarkan ruas jembatan Otista menjadi menjadi 10,7 meter plus trotoar sekitar 1,5 meter.
Selain terdiri dari empat lajur kendaraan, pihaknya juga mendesain agar kereta juga bisa melewati jembatan Otista ini.
Untuk pembangunan tersebut, ungkap Bima Arya, pihaknya mengalokasikan anggaran Rp 52 miliar dari bantuan anggaran Provinsi Jawa Barat.
“Pembebasan lahan di sekitarnya telah selesai dan berstatus aset Pemerintah Kota Bogor. Kami juga akan memulai proses lelang. Pada Ramadan kami juga akan melakukan simulasi karena satu minggu setelah lebaran sudah mulai merobohkan jembatan,” lanjut Bima.
Simulasi Kendaraan
Pemkot Bogor akan melakukan simulasi guna mengubah jalur-jalur kendaraan di sekitar lokasi. Jalan Padjajaran yang sudah berubah menjadi satu jalur di lingkaran SSA akan menjadi dua jalur kembali, seperti sebelumnya.
Demikian juga dengan jalan Suryakencana yang merupakan jalan satu arah menuju Jalan Siliwangi dan arah sebaliknya akan seperti semula.
“Skemanya kendaraan dari tol Jagorawi belok kiri ke arah Sukasari dan bisa balik menuju Suryakencana,” lanjut Bima.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima mengatakan akan mengawasi proyek tersebut.
Dia menegaskan, pengerjaanproyek itu tidak boleh asal-asalan karena akan berdampak terhadap kualitas bangunan jembatan.
“Harapan saya, pengerjaannya harus baik, dengan kualitas yang terjaga dan tentu hasil yang baik sesuai perencanaan,” kata Safrudin.
Menurut Safrudin, jembatan tersebut menyangkut kepentingan besar hajat hidup orang banyak.
Dengan selesainya pengerjaan jembatan itu nanti dapat mengurai kemacetan yang biasa terjadi di sekitar Jalan Otista.









