Polda Jatim Terjunkan Dua Tim Labfor di Blitar
Polda Jatim menerjunkan dua Tim Labfor yakni Tim Handak (Bahan Peledak) dan Tim DNA untuk menyelidiki kasus ledalan petasan di Blitar
Surabaya, tinjau.id – Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk menyelidiki kejadian ledakan petasan yang terjadi di Desa Karangbendo, Ponggok, Kabupaten Blitar.
Akibat ledakan petasan tersebut empat orang tewas. Mereka adalah Darman, Aripin, Widodo, dan Wawa.
Aripin dan Widodo merupakan anak Darman. Sementara Wawa adalah keponakan. Selain menyebabkan korban jiwa, beberapa rumah juga rusak.
Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Sodiq Pratomo mengatakan, Tim Labfor Polda Jatim menerjunkan dua tim ke Blitar. Yakni Tim Handak (bahan peledak) dan Tim DNA.
“Tim Handak Polda Jatim akan mengidentifikasi bahan kimia atau bahan peledak di TKP,” ungkap Sodiq, Senin (20/2/23).
Sodiq menambahkan, untuk Tim DNA akan membantu Tim DVI Polda Jatim melakukan identifikasi korban dari potongan tubuh yang ditemukan di TKP.
Pihaknya berharap masyarakat untuk tidak membuat dan meracik bahan petasan secara manual untuk kepentingan apa pun. Sebab, sangat berbahaya dan dapat menimbulkan korban.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
“Kami mengimbau untuk tidak menyalahgunakan bahan petasan untuk kepentingan apapun menjelang bulan puasa, agar insiden serupa tidak terulang,” ungkapnya.
Selain itu Tim Labfor juga berkoordinasi dengan Satuan Binmas di Polres untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.
“Tentu masing-masing Polres dan Polresta bisa memanfaatkan fungsi reskrimnya untuk menindak tegas secara hukum pihak-pihak yang secara sengaja menyimpan dan memproduksi bahan peledak petasan,” tandasnya.









