TinjauAds
Tinjau

Penyakit Ginjal Kronis Dapat Dicegah Melalui Kelola Stres Yang Baik

Dibaca dalam waktu1 Menit, 35 Detik

Penyakit ginjal kronis dapat diidap oleh siapa saja, namun pada umumnya mereka yang sudah usia lanjut dapat menderita penyakit ini. Salah satu pencegahan penyakit ini yaitu dengan mengelola stres agar tidak berkepanjangan.

Jakarta, tinjau.idAda banyak kalangan yang tidak menyangka jika penyakit ginjal kronis ada hubungannya dengan stres.

Sebenarnya, stres adalah reaksi tubuh ketika seseorang menghadapi sesuatu yang positif atau negatif. Seperti menerima kabar baik maupun kabar buruk, kedua hal ini bisa menimbulkan stres.

Wajar saja jika kita sesekali stres. Tetapi, kondisi ini bisa merusak kesehatan apabila berlebihan dan berlangsung dalam jangka panjang, termasuk merusak ginjal.

Seseorang yang mampu kelola stres dengan baik ternyata dapat terhindar dari penyakit ginjal kronis.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Setiap orang pasti pernah mengalami stres, namun kondisi seperti ini tidak boleh berkepanjangan. Stres dapat berdampak buruk pada kesehatan ginjal.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Stres dapat memicu kerusakan ginjal karena kondisi ini mengganggu sirkulasi dan pembuluh darah.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram P2PTM Kemenkes RI, penyakit ginjal kronis dapat dicegah dengan sejumlah hal.

Hal pertama untuk mencegah ginjal kronis yaitu dengan cek kesehatan secara rutin dan teratur.

Kemudian hilangkan asap rokok dari hidup Anda, termasuk menghentikan kebiasaan merokok sejak dini. Lalu lakukan aktivitas fisik, berolahraga dengan teratus dapat membuat tubuh semakin sehat.

Diet sehat kalori seimbang juga dapat mencegah ginjal kronis. Dan yang terakhir yaitu dengan kelola stres yang baik.

Faktor Risiko Penyebab Ginjal Kronis

Adapun faktor risiko penyebab ginjal kronis terbagi menjadi dua hal, yaitu faktor risiko yang dapat berubah dan faktor risiko yang tidak dapat berubah.

Faktor risiko yang dapat berubah, meliputi penanganan diabetes tipe 2, pencegahan hipertensi, kurangi konsumsi obat pereda nyeri yang berkepanjangan, hentikan penggunaan narkoba dan zat adiktif, serta penyembuhan radang ginjal.

Sementara faktor risiko yang tidak dapat berubah, meliputi riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, kelahiran prematur, trauma di daerah abdomen, kemudian menderita penyakit tertentu seperti Lupus, AIDS, dan Hepatitis C.***

Back to top button