TinjauAds
Tinjau

Babak Lanjut Sidang Kanjuruhan, Perintah Tembak Saat Terancam

Dibaca dalam waktu1 Menit, 43 Detik

Babak lanjut sidang Kanjuruhan bergulir. Babak lanjut sidang Kanjuruhan kali ini menghadirkan peradilan bagi terdakwa AKP Hadarmawan. Hadarmawan mengaku memperoleh perintah menembak saat berada dalam ancaman.

Surabaya, tinjau.id Babak lanjut sidang Kanjuruhan menghadirkan 3 saksi mahkota. Mereka adalah Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Danki 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan.

AKP Hasdarmawan yang bersaksi di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengaku memperoleh perintah menembak saat terancam.

Hasdarman mengatakan, para personelnya ditempatkan pada pintu 1 hingga 14. Ia juga mengakui tak mendapat larangan atau mengetahui regulasi dari PSSI dan FIFA perihal gas air mata.

“Kompi saya di ring 2 pengamanan, pintu 1 sampai 14. Jadi, pengamanan di sana tujuannya untuk masa atau penonton diatur supaya bisa masuk tertib. Dimana ada ancaman, ketika ada perintah menembak, ancaman itu yang diarahkan ke sana tujuannya untuk membubarkan,” kata Hasdarmawan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Hasdarmawan menegaskan ia dan para personel tak akan menembak bila tak ada sebab.

Menurutnya, seharusnya pintu-pintu yang seharusnya sudah terbuka sebelum pertandingan usai, justru tidak dibuka oleh panitia yang bertugas. Sehingga, para penonton merangsek masuk ke lapangan hingga menyerang petugas.

“Harusnya sudah keluar pas kerusuhan kemarin, karena berdasarkan pengalaman 10 menit sebelum pertandingan selesai harusnya pintu-pintu dibuka, itu pengalaman kami selama pakai gas air mata gak ada yang meninggal, saya juga perih, kita juga kena,” tambahnya.

Hasdarnawan  mengaku 9 personel pembawa gas air mata memperoleh perintah menembak. Terlebih, saat berada dalam ancaman.

“Siapa yang mendengar kalau ada ancaman, dia (petugas) nembak, kami perintah semua nembak. Tinggal dia menganalisa mana ancaman yang ada di depannya,” ungkapnya.

Hasdarmawan menyebut perintah penembakan gas air mata yang ditujukan pun untuk membubarkan massa suporter. Ini setelah massa yang turun ke lapangan semakin banyak.

“Kalau gak kita lakukan semakin banyak orang turun di lapangan menyerang petugas, kekuatan kami gak seimbang,” bebernya.

Dikatakan Hasdarmawan, sesudah menembak ia langsung menuju pintu B. Di sana ia diperintahkan untuk tak bergegas kemanapun hingga ada perintah keluar dari stadion.

Back to top button