Gus Muhaimin Dapat Mandat Kepala Daerah Jatim Untuk Nyapres 2024

Sejumlah Bupati dan Wali Kota di Jawa Timur memberikan mandat kepada Gus Muhaimin untuk Nyapres 2024. Mereka yakin Gus Muhaimin mampu menyelesaikan masalah nasional di negeri ini.
Surabaya, Jawa Timur, tinjau.id – Para kader PKB ini memberi mandat kepada Gus Muhaimin untuk maju dalam Pilpres 2024.
Mereka yang memberi mandat Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Bupati Pamekasan Badrut Tamam, dan Bupati Bojonegoro Ana Muawanah.
Kemudian ada Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin, Bupati Blitar Rini Sarifah, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Bupati Sidoarjo Achmad Muhdlor.
Hadir juga para anggota legislatif Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah beserta anggota fraksi PKB Kabupaten/Kota.
Pemberian mandat kepala daerah oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf atau Gus Irsyad. Keduanya bacakan permasalahan di daerah yang kemudian dititipkan ke Gus Muhaimin.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
“Gus Muhaimin-lah yang paling tepat memimpin Indonesia. Ini kepala daerah memberi mandat, dengan mandat ini mudah-mudahan budal Gus, Bismillah menyejahterakan Indonesia,” kata Gus Irsyad di Hotel Majapahit saat acara Mandat Daerah Untuk Indonesia ‘Budal Gus’.
Gus Muhaimin langsung menerima mandat tersebut. Ia berkomitmen akan menjadikan masukan soal pembangunan dari daerah dan ia jadikan agenda nasional.
“Saya terima mandat dari para kepala daerah. Saya siap. Terkait kesehatan, ketenagakerjaan, perkawinan dini, infrastruktur, konektivitas antar daerah, sumber daya alam yang ada, juga kekayaan dan hasanah lokal yang harus dioptimalkan,” kata Gus Muhaimin.
“Dengan ini saya terima sebagai mandat ini untuk agenda Indonesia masa depan. Agenda daerah yang terangkum ke dalam mandat daerah adalah agenda nasional kita,” sambungnya.
Usai acara, Gus Muhaimin menyatakan akan tetap maju sebagai Calon Presiden. “Kan rencananya tetap Capres, nanti takdir dari Tuhan bagaimana lihat saja,” kata Gus Muhaimin.
“Kita menginventarisir dan menerima mandat kepala daerah. Antara lain persoalan reformasi agraria, pendidikan, kesehatan, konektivitas antar daerah, kearifan lokal, pertanian, dan pendidikan. Serta berbagai problem yang muncul yang membutuhkan penanganan secara nasional,” katanya.***









