TinjauAds
Tinjau

Mencekam, Cerita Saksi di Persidangan Tragedi Kanjuruhan

Dibaca dalam waktu2 Menit, 3 Detik

Mencekam gelap dan kacau. Situasi semacam itulah yang terjadi pada saat tragedi Kanjuruhan. Para saksi dari Official Persebaya, Surabaya dalam persidangan lanjutan kasus tragedi Kanjuruhan.

Surabaya, tinjau.idSejumlah saksi menceritakan detik-detik menegangkan di are luar stadion pada saat tragedi Kanjuruhan terjadi.

Saksi Official Persebaya, Defi Harianto menceritakan kisah mencekam ketika ia menumpangi truk milik aparat kepolisian untuk meninggalkan Stadion Kanjuruhan.

“Setelah naik enggak bisa jalan, kita juga stak disana (Stadion Kanjuruhan), enggak tahu soalnya posisi truk gelap. Hanya melihat steward menghalau,” kata Defi.

Kemudian, kata Defi, truk yang dinaikinya tersebut akhirnya bisa berjalan dengan perlahan. Akan tetapi, sejumlah suporter di luar stadion melempari kendaraan dengan berbagai benda.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Terkait lemparan pas ketika mau bergerak, setelah satu jam (berhenti) barakuda jalan. Truk kami dihadang massa, dilempari, bingung dilempari itu kita habis tameng tiga (untuk menutupi lemparan),” jelasnya.

Defi akhirnya memutuskan keluar dari kendaraan tersebut setelah kondisinya tidak memungkinkan. Dia pun sempat melihat salah satu suporter memasukan api ke dalam truk yang dinaikinya.

“Terakhir saya memutuskan untuk turun, itu ada api yang dimasukan ke dalam truk, saya ada di dalam, terus saya turun, dan sama Brimob diamankan,” ujarnya.

Sedangkan, saksi Official Persebaya lain, Rio Ardiles mengaku meninggalkan area Stadion Kanjurhan dengan menaiki mobil patwal milik Polres Malang. Namun, kendaraan tersebut tidak bisa bertahan dari lemparan para suporter.

“(Saya) masuk patwal, terus setengah jam itu masih biasa, tapi perlahan barikade sudah mepet ke mobil. Lima menit (suporter) menghajar patwal pertama, setelah puas ganti ke patwal saya,” jelasnya.

Oleh karena itu, Rio kemudian berganti masuk ke truk yang sebelumnya sudah dinaiki oleh saksi Defi. Namun tak lama, kendaraan tersebut juga menjadi sasaran lemparan para suporter.

“(Mendengar Brimob mengeluh) ‘awak dewe iki disawati terus isok mati rek, tolong poo tolong‘ (kita kalau dilempari terus bisa mati). Pas dihajar itu enggak ada intruksi ulang,” ucapnya.

Kemudian, Rio bersama anggota polisi di dalamnya memutuskan keluar dari kendaraan tersebut. Sayangnya, dia sempat tersangkut di samping truk dan hampir menjadi sasaran suporter.

“Karena mungkin enggak bisa menahan, saya diintruksikan turun, saya bingung, saya enggak tahu teman-teman sudah lompat, pas dari samping kecantol, satu brimob naik terus diseret,” ujarnya.

“Itu barengan pas ada bambu nyala, tepat depan muka, kalau saya enggak ditarik sama Brimob, enggak tahu lagi,” tambahnya.

Rio dan Defi akhirnya bisa diselamatkan ketika aparat kepolisian membawanya masuk kembali ke Stadion Kanjurhan. Mereka pun keluar dari area tersebut ketika menjelang subuh.

Back to top button