Penculikan Anak di Bali Hoaks
Kepolisian Daerah (Polda) Bali menyebutkan bahwa informasi terkait penculikan anak di sejumlah wilayah di Bali adalah hoaks. Hoaks tersebut sengaja disebarkan untuk menganggu kenyamanan masyarakat.
Denpasar – Kabid Humas Polda Bali Kompol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan pesan berantai yang viral di media sosial tersebut merupakan informasi bohong, Selasa (8/2/23), di Denpasar, Bali.
“Informasi terkait penculikan untuk sementara ini masih hoaks. Di Bali belum ada kasus penculikan anak,” ungkap Satake Bayu, panggilannya.
Sebelumnya, informasi mengenai upaya penculikan terhadap anak di dua wilayah di Bali, yakni Karangasem dan Badung sempat meresahkan masyarakat. Informasi tersebut secara detail mengurai kejadian percobaan penculikan terhadap beberapa anak, namun gagal karena sang anak berhasil kabur.
Pesan berantai yang viral di media sosial tersebut dibagikan di berbagai grup WhatsApp sehingga menyebabkan kepanikan di wilayah dua wilayah tersebut, termasuk Denpasar. Pelaku dalam keterangan yang seolah-olah berasal dari pihak kepolisian tersebut mengiming-imingi anak-anak dengan berbagai mainan dan camilan.
Polda Bali Imbau Orang Tua Tetap Waspada
Kabid Humas Polda Bali Satake Bayu mengatakan Polda Bali tetap mengimbau kepada orang tua untuk wajib mengawasi aktivitas anak saat di luar rumah. Meskipun informasi terkait penculikan anak adalah hoaks, pihaknya berharap orang tua tetap waspada.
Sebagai langkah antisipatif, dia menyarankan orang tua untuk tidak memberikan barang atau perhiasan yang mencolok kepada anak sehingga tidak menjadi perhatian penculik.
“Di lingkungan tempat bermain anak bisa pasang CCTV. Untuk memantau pelaku kejahatan. Terutama di sekolah, tempat penjemputan anak guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Satake Bayu.
Meski begitu, Satake Bayu menjelaskan pihaknya sedang melakukan pendalaman terhadap setiap informasi yang beredar di masyarakat. Apalagi terkait dengan adanya informasi yang mencatut nama oknum kepolisian.
“Dari intelijen sudah melakukan pendeteksian tentang itu. Juga anggota polisi yang membawahi hal itu melakukan patroli,” ungkapnya.
Satake Bayu menyatakan informasi hoaks tersebut memiliki keterkaitan dengan momentum menjelang Pemilu 2024. Dia mengatakan ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menciptakan kepanikan dalam masyarakat.
“Ini kan menjelang pemilu. Pelakunya bisa jadi orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin membuat suasana menjadi panas. Karena itu, saya harap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan informasi yang belum tentu kebenarannya tersebut,” pungkasnya.
Editor: Stebby Julionatan









