TinjauAds
Tinjau

Petani Milenial Jabar Mengeluh, Pemprov Pasang Badan

Dibaca dalam waktu2 Menit, 18 Detik

Program Petani Milenial yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seketika riuh di media sosial. Hal tersebut dipicu oleh cuitan Rizki Anggara, seorang peserta angkatan pertama program tersebut.

Bandung – Petani bunga hias asal Lembang, Kab. Bandung Barat ini mengeluh dan menilai program Petani Milenial berantakan.

“Selama satu tahun, kami hanya mendapat lelahnya saja. Yang seneng ya yang di atas. Kami pun malu, karena masih menjadi bahan promosi oleh instansi terkait, padahal (kenyataannya) berbeda jauh dengan cerita di belakangnya,” ujar Rizki.

Sebagaimana diketahui, keluhan yang disampaikan Rizki berfokus pada dana pinjaman KUR yang memakai nama masing-masing petani tetapi pengelolaan seluruhnya berada di tangan PT Agro Jabar.

Rizki menjelaskan, Biro Perekonomian dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Jabar berperan sebagai pelaksana program Petani Milenial tersebut. PT Agro Jabar selaku avalist atau penjamin, CV Minaqu Indonesia selaku offtaker dan Bank BJB selaku pemberi modal dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Kang Emil Tanggapi Keluhan Petani Milenial

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengumpulkan semua pemangku kebijakan dalam program tersebut dan menggelar jumpa pers di Gedung Sate, Bandung, Kamis (2/2/23) kemarin.

Direktur Utama PT Agro Jabar Nurfais Almubarok menegaskan bahwa penyelesaian tunggakan Petani Milenial tanaman hias di Lembang, Bandung Barat ke Bank BJB secara bertahap sudah dilakukan. Namun belum seluruhnya selesai.

“Kita tidak lepas tangan karena tunggakan itu terkait kendala di hilir. Sebagai offtaker kami menyelesaikan tunggakan itu secara bertahap. Namun kami akui bahwa sampai saat ini belum selesai seluruhnya” tegas Nurfais saat jumpa.

PT Agro Jabar mengaku bahwa selama ini pihaknya telah memberikan sharing proporsi dan reward kepada 20 Petani Milenial tanaman hias di Cikole Lembang, Kab. Bandung Barat.

Di tempat sama, Pimpinan Divisi Kredit Bank BJB Denny Mulyadi menerangkan bahwa pihaknya tidak menagih langsung tunggakan ke rumah Petani Milenial.

“Akan kami kroscek juga di internal. Setahu saya tidak ada penagihan langsung ke Petani Milenial. Yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan PT Agro sebagai offtaker” kilah Denny.

Kepala Dinas TPH Jabar Dadan Hidayat menilai masalah Petani Milenial tanaman hias di Lembang adalah terhambatnya penjualan ke luar negeri.

“Pak Gubernur memandang bahwa profesi petani sangat menjanjikan. Sementara, SDM yang ada masih kurang untuk pengembangan ke depan. Maka ada inisasi program ini akhir tahun 2021,” papar Dadan.

Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, memberi atensi besar terhadap permasalahan Petani Milenial tanaman hias. Emil menyampaikan terima kasih atas masukan dari masyarakat dan memohon maaf atas ketidaknyaman yang timbul.

Riszki Mengapresiasi Atensi Gubernur Jabar

Buntut pertemuan tersebut, Rizki mengapresiasi atensi Gubernur Jabar dan keseriusannya memberi solusi pada masalah Petani Milenial di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Rizki mengaku sebelumnya bingung menghadapi kesulitan yang ia hadapi. Sudah beberapa kali hasil panen merugi dan harus menghadapi tagihan KUR.

“Saya mengapresiasi keseriusan Pemprov Jabar menyelesaikan masalah yang saya dan teman-teman hadapi,” ujar Rizki.

Editor: Stebby Julionatan

Back to top button