Varian Kraken Pertama Di Indonesia Menyebar Dari Balikpapan
Varian Kraken Covid-19 pertama terdeteksi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pemerintah memastikan bahwa suspek covid tersebut adalah pekerja migas asal Polandia.
Balikpapan – Kepala Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 2 Balikpapan, Zaenul membenarkan kabar itu.
Zaenul mengatakan Covid-19 varian kraken pertama kali terdeteksi dari sampel seorang WN Polandia. WNA ini berinisial JBS (45), merupakan salah satu pekerja migas di Balikpapan.
“Iya benar. Jadi yang lagi ramai di media itu benar. Covid-19 varian Kraken terdeteksi dari sampel WN Polandia yang sedang berada di Balikpapan. JBS ini tiba di Balikpapan pada 7 Januari 2023,” kata Zaenul, Kamis (26/1/23) siang.
Kini WN Polandia tersebut menjalani karantina wajib di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Tes PCR dari pihak perusahaan migas sudah menunjukkan hasil positif Covid-19,” ujar Zaenul.
“Jadi begini, selama masa pandemi, prosedur perusahaan migas mewajibkan seluruh karyawan menjalani karantina dan tes PCR sebelum bekerja. Nah, yang bersangkutan itu hasilnya positif. Langsung ke tempat karantina (isolasi) di Hotel Grand Tiga Mustika,” imbuhnya.
Pada 12 Januari lalu, petugas medis sudah mengambil sampel Whole Genome Sequensing (WGS) dari WN asal Polandia. Sampel telah dikirim ke Laboratorium Universitas Mulawarman melalui Dinas Kesehatan Kalimantan Timur. Ternyata, hasil uji laboratorium menyebutkan varian Covid-19 pada WN Polandia itu adalah varian Kraken.
Dengan penemuan ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyatakan varian Kraken telah ada di Indonesia.
Setelah menjalani isolasi mandiri, 23 Januari lalu sudah ada hasil pemeriksaan ulang PCR terhadap WN Polandia itu dan hasilnya negatif.
“Dia sudah dikirim ke lokasi di Selat Makassar,” ungkap Zaenul.
Dengan adanya varian Kraken di Balikpapan, pihak Dinas Kesehatan setempat bersama KKP pun melakukan tracing terhadap kontak erat WN Polandia tersebut.
Editor: Stebby Julionatan









