TinjauAds
Tinjau

Chelsea Memancing UEFA Segera Membuat Aturan Baru

Dibaca dalam waktu1 Menit, 54 Detik

Chelsea memancing UEFA untuk membuat aturan baru terkait Financial Fair Play. Bukan karena usulannya, tetapi karena pergerakan agresifnya pada bursa transfer musim ini.

London – UEFA dilaporkan berusaha membuat aturan baru terkait Financial Fair Play. Hal ini terjadi usai Chelsea mengikat barunya dengan kontrak yang sangat panjang.

Chelsea sangat aktif dalam bursa transfer musim ini, terlebih setelah pengusaha asal Amerika Serikat, Todd Boehly, mengambil alih kepemilikannya. Pada bursa transfer musim panas, mereka mendatangkan Wesley Fofana, Marc Cucurella, Raheem Sterling, Kalidou Koulibaly, Carney Chukwuemeka, Pierre-Emeruck Aubameyang, Gabriel Slonina dan Denis Zakaria.

Hobi The Blues membeli pemain tak berubah di bursa transfer Januari. Mereka merekrut Mykhaylo Mudryk, Benoit Badiashile, Noni Madueke, Andrey Santos, Datro Fofana, hingga Joao Feix.

Mengutip dari Transfermarkt, Chelsea total telah mengeluarkan dana 460,49 juta euro untuk berbelanja pemain. Si Biru juga melakukan langkah yang tak biasa dalam mengikat pemain dengan memberi kontrak dengan jangka sangat panjang.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Hanya Sterling, Koulibaly, Aubameyang, pemain yang Chelsea beli musim ini dengan kontrak di bawah enam tahun. Sedangkan Mudryk teken kontrak selama 8,5 tahun, Badiashile dan Datro Fofana 7,5 tahun, serta Wesley Fofana 7 tahun.

Banyak tim menaruh curiga

Langkah Chelsea mengikat kontrak dengan jangka begitu panjang ini dicurigai oleh beberapa tim lain sebagai upaya untuk mengakali peraturan Financial Fair Play (FFP) UEFA. Kemungkinan kontrak jangka panjang ini untuk menekan nilai pengeluaran Chelsea dalam laporan keuangan tahunan.

Contohnya, nilai transfer Mudryk sebesar 80 juta pound akan menjadi sebesar 9,41 juta pound dalam laporan keuangan tahunan Chelsea karena kontraknya delapan setengah tahun. Jika dia menandatangani kontrak selama empat tahun, itu akan setara dengan 20 juta pound per tahun.

Mengutip dari The Times, UEFA tengah berusaha untuk membuat aturan baru agar kekhawatiran terkait tindakan Chelsea ini tak terjadi. UEFA mulai mempertimbangkan aturan bahwa setiap klub hanya boleh mengontrak pemain maksimal lima tahun.

“Jika klub lain mulai melakukan hal yang sama dengan kontrak delapan tahun, itu akan menjadi kekacauan jadi kami harus melindungi mereka,” kata salah satu sumber UEFA dari The Times.

“Ini hanya mengalihkan masalah ke masa depan. Entah klub bisa terjebak dengan pemain dengan gaji tinggi yang tidak bisa mereka jual, atau jika mereka menjualnya setelah tiga atau empat tahun mereka tidak akan mendapatkan banyak keuntungan (dalam istilah akuntansi) karena banyak tingginya biaya transfer belum diamortisasi,” jelasnya.

Editor: Michael Ckow

Back to top button