1,8M Seragam DPRD Jakarta
1,8M seragam DPRD Jakarta masuk dalam anggaran tahun 2023. Zaman lagi sulit, ekonomi masih belum pulih, anggota Dewan akan beli baju dinas seharga miliaran. Proyek ini akan menggunakan anggaran tahun 2023.
Jakarta – Sekretariat DPRD DKI Jakarta kembali menganggarkan pembelian pakaian dinas dan atribut bagi para anggota DPRD DKI Jakarta tahun ini. Total anggaran untuk membeli baju baru tersebut Rp 1,8 miliar.
Dari situs Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan LKPP, Kamis (19/1/23), proyek pengadaan baju baru itu bernama ‘Penyediaan Pakaian Dinas dan Atribut DPRD’ dengan kode RUP 39577978. Proyek itu menggunakan tahun anggaran 2023.
“Sumber dana APBD TA 2023 Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. Pagu Rp 1.879.631.820 (Rp 1,8 miliar),” demikian tertulis dalam situs tersebut.
Jadwal pemilihan penyedia akan mulai pada September 2023 dengan target pemanfaatan barang paling lambat Desember 2023.
Baju Dinas Anggota Dewan DKI tahun lalu senilai 1,7M
Sebelumnya, tepatnya tahun lalu, Pemprov juga menganggarkan Rp1,7 miliar untuk pengadaan baju dinas anggota dewan. Saat itu, tender proyek pengadaan pakaian dinas dimenangi oleh peserta lelang bernama CHIU.
Tinjauan Redaksi tinjAu dari situs LPSE DKI Jakarta tertanggal Jumat (2/9/22), lelang tersebut diberi nama ‘Penyediaan Pakaian Dinas dan Atribut DPRD’ dengan kode tender 53092127.
Tender ini terdiri atas empat paket dengan sumber dana berasal dari APBD Jakarta 2022.
“Nama pemenang CHIU. Alamat Muara Karang,” tulis situs tersebut.
CHIU mengajukan harga penawaran Rp 1.723.719.000 (Rp 1,7 miliar). Harga negosiasi ialah Rp 1.722.542.400 (Rp 1,7 miliar).
Saat itu, Sekretaris DPRD DKI Jakarta Firmansyah mengatakan pengadaan itu sudah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.
Pasal 12 PP tersebut menjelaskan bahwa pakaian dinas dan atribut pimpinan dan anggota DPRD mendapat lima setel yang terdiri dari dua pakaian sipil harian, satu pakaian sipil resmi, satu pakaian dinas harian lengan panjang, dan satu pakaian yang bercirikan khas daerah setiap tahun.
“Warga aja banyak yang tidak makan. Banyak yang masih kurang pemasukan karena ekonomi sulit setelah pandemi. Wah 1,8 miliar bagi-bagilah buat warga,” kata Yus, warga Kwitang, Jakarta, Kamis (19/1/23).
Editor: Michael Ckow









