Darurat Sepak Bola Indonesia, Ini Syarat Bagi Ketua PSSI Baru
Darurat sepak bola Indonesia, apalagi setelah tragedi Kanjuruhan, mendorong publik berharap Ketua Umum PSSI yang baru merupakan sosok yang tepat mengurus PSSI. Terdapat 8 syarat yang harus di penuhi sebagai calon Ketua Umum PSSI.
Jakarta – Sejumlah lima orang telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.
Mereka sudah menyodorkan beberapa syarat menjadi Ketua Umum PSSI. Adapun dalam formulir pendaftaran bakal calon Komite Eksekutif PSSI periode 2023-2027, terdapat 8 syarat yang perlu mendapat perhatian.
Komite Eksekutif akan terdiri dari ketua umum, 2 wakil ketua, dan 12 anggota exco.
Sehingga, 8 syarat tersebut tidak hanya untuk bakal calon Ketua Umum PSSI, tetapi juga calon wakil ketua hingga anggota exco.
Sementara itu, pendaftaran Ketua Umum PSSI sudah ditutup sejak Senin (16/1/23). Adapun pemilihan ketua umum, waketum, dan exco PSSI akan berlangsung pada 16 Februari 2023, tepatnya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.
Berikut syarat Ketua Umum PSSI berdasarkan formulir pendaftaran calon Komite Eksekutif PSSI periode 2023-2027:
Syarat menjadi Ketua PSSI baru
- Pas Foto Berwarna (latar belakang warna Biru) ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar
- Curriculum Vitae (CV) yang menyatakan telah 5 tahun aktif di sepakbola
- Surat Keterangan dari Anggota PSSI untuk setiap pengalaman yang dicantumkan
- Foto Copy KTP atau identitas diri lainnya
- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
- Surat Keterangan tidak pernah di Pidana dari Pengadilan Negeri setempat
- Surat Hasil Pemeriksaan Integritas dari Komite Disiplin PSSI
- Formulir Calon – 2
Adapun Formulir Calon – 2 berisikan ketersedian bakal calon mengikuti prosedur integrity check sesuai Statuta dan Kode Pemilihan PSSI.
Kriteria Wajib Bakal Calon Ketua Umum PSSI 2023-2027
- Warga Negara Indonesia
- Minimal berusia 30 tahun pada tanggal 16 Februari 2023 yaitu kelahiran 16 Februari 1993 atau sebelumnya.
- Memiliki pengalaman selama 5 tahun (baik berturut-turut atau tidak) dalam mengelola sepak bola dalam koridor PSSI, dibuktikan dengan surat dukungan/rekomendasi dari Anggota PSSI yang ditandatangani oleh pihak yang berwenang.
- Memiliki pengetahuan akan tata kelola sepak bola (football governance) dan hukum sepak bola (football laws).
- Memiliki pengalaman dalam posisi strategis/pengambil keputusan baik di pemerintahan ataupun swasta.
- Memahami, menyetujui, memiliki kemampuan, kecakapan untuk menyukseskan, dan mengembangkan program PSSI yang sejalan dengan program FIFA dan AFC.
Menanggapi syarat-syarat ini, Pengamat Kebijakan Publik dari GMT Institute, Agustinus Tamtama Putra menyayangkan kurangnya poin ‘pakta integritas’ dalam kriteria-kriteria tersebut.
“Setelah carut marut sepak bola kita terakhir menelan korban jiwa di Kanjuruhan, semestinya KLB memilih Ketum PSSI baru ini perlu ada komitmen pakta integritas. Kita ini sedang darurat sepak bola Indonesia. Orang-orang yang mau jadi Ketum semestinya sadar dan tahu, bahwa mau jadi Ketum untuk bereskan masalah. Jangan gagah-gagahan. Ayolah, sepak bola kita begini-begini terus,” ujar Agustinus.
Editor: Michael Ckow









