Persib Berguru dari Tragedi Kanjuruhan
Persib berguru dari tragedi Kanjuruhan, laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta akan di kawal dengan ketat oleh pihak berwajib dengan kendaraan taktis dan tak ada aparat di dalam stadion.
Bandung – Persib berguru dari tragedi Kanjuruhan, laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta adalah pertandingan yang high risk.
Sejatinya laga ini berlangsung pada 2 Oktober 2022, tetapi pasca tragedi Kanjuruhan, banyak laga di tunda termasuk laga yang penuh gengsi ini.
Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (11/1/23) sore.
Terdapat pengamanan ketat. Meski demikian, panitia pertandingan (panpel) memastikan tidak ada polisi di dalam stadion.
Panpel Persib bersiap menyambut laga tersebut. Mereka belajar dari apa yang terjadi dalam tragedi Kanjuruhan.
Ada pengamanan ekstra untuk pertandingan high risk ini. Tim tamu Persija akan memakai kendaraan taktis (rantis) menuju stadion.
“Iya dengan rantis, pengamanan seperti biasa (ketat) untuk pertandingan yang bersifat high risk jadi prosedur itu yang coba dijalankan, empat atau lima rantis (disediakan),” ujar Direktur Persib Teddy Tjahjono.
Sesuai dengan peraturan kepolisian (Perpol) Teddy menerangkan tak akan ada aparat kepolisian di dalam stadion. Panpel Persib akan menggunakan 500 steward yang merupakan warga sipil terlatih untuk pengamanan.
“Rencana akan ada sekitar 500 steward sesuai dengan Perpol yg baru di area ring 1 akan dijaga oleh steward,” tambah Teddy.
Bobotoh Menjadi Contoh
Ia mengimbau Bobotoh —sebutan suporter Persib— untuk turut serta menjaga ketertiban selama rangkaian pertandingan Persib vs Persija.
Mulai dari penukaran tiket fisik, sampai ketika berada di stadion dan menyaksikan pertandingan.
Teddy berharap Bobotoh bisa menjadi contoh untuk suporter lainnya bahwa mereka bisa menyaksikan pertandingan besar dengan tertib, aman, nyaman.
“Kami sangat berharap untuk teman-teman Bobotoh untuk bisa menjaga ketertiban, bisa menjaga kedamaian, terus kemudian untuk tidak melakukan hal-hal yang memang dilarang,” imbau Teddy.
“Kita harus menjaga semuanya agar tetap tertib tidak membawa senjata tajam, tidak membawa flare, tidak mengonsumsi minuman beralkohol sebelum ke stadion dan berperilaku baik di stadion,” lanjutnya.
“Kita sama-sama jaga nama baik Persib Bandung, nama baik Bobotoh, nama baik Kota Bandung supaya kita bisa menjadi percontohan untuk penyelenggaraan pertandingan dengan baik,” tuntasnya.
Editor: Samsudi









