TinjauAds
Tinjau

Kisah Tiko : 11 Tahun Merawat Orang Sakit Dengan Keterbatasan

Dibaca dalam waktu1 Menit, 51 Detik

Kisah Tiko Yang Merawat Orang Sakit – Merawat orang sakit dengan keterbatasan terkadang membuat kita menyerah, tetapi tidak dengan kisah Tiko. Ia tetap berjuang di tengah keterbatasan.

Jakarta – Merawat sendiri orang yang disayangi pasti memerlukan banyak hal, baik materi maupun material. Akhir-akhir ini ada berita yang menjadi viral karena ada seseorang yang tinggal di sebuah rumah mewah terbengkalai tanpa listrik dan air selama 11 tahun, orang itu ialah Tiko.

Tiko ungkap cara dia dan ibunya, Ibu Eny bertahan hidup. Bertahun-tahun sejak listrik dan air di rumah mewah yang terletak di Cakung, Jakarta Timur itu diputus, Tiko dan ibunya hidup dengan lilin sebagai penerangan satu-satunya.

“Aku sama mama penerangan menggunakan lilin,” kata Tiko dikutip dari tayangan Kisah Tiko Rumpi Trans tv.

Sebenarnya, tetangga sempat ada yang memberikan bantuan listrik dengan satu stop kontak. Tapi itu juga tidak lama, karena Ibu Eny tidak ingin merepotkan tetangga.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Waktu itu sempat ada yang memberikan listrik, tetangga sebelah rumah, hanya listrik sekedar satu stop kontak,” ujar Tiko. “Sebelah rumah narik kabel, cuma enggak lama, mama bilang ‘enggak usah daripada ngerepotin,'” lanjutnya.

Sementara untuk kebutuhan air, Tiko mendapat bantuan dari bengkel yang ada di sebelah rumahnya.

“Di sebelah rumah ada beberapa bengkel furnitur, ada sanyo, pompa, paling aku sama mama ngambil seember, seember ke rumah,” ujar Tiko.

Tiko cukup bersyukur warga di lingkungannya sebenarnya cukup membantu dia dan ibunya.

“Diizinkan (ambil air), lingkungan peduli sebenarnya,” tambah Tiko.

Kisah Tiko Dan Alasan Dia Tetap Bertahan

Diceritakan Tiko, sejak ayahnya pergi meninggalkan dia yang masih duduk di bangku sekolah dasar, setahun kemudian memang listrik dan air di rumahnya sudah tidak hidup.

“Enggak sampai setahun diputus, ada tunggakan,” ucap Tiko.

“Mama kan enggak bisa memasang listrik dan air lagi, jadi ya udah jalanin aja sampai sekarang ini,” sambungnya.

Tiko sendiri sempat bercerita alasannya tetap bertahan di rumah yang terbengkalai. “Mama betul-betul ingin mempertahankan rumah, kalau mama mungkin (alasannya) karena peninggalan papa,” ujar Tiko.

“Untuk saat ini sampai nanti pun aku enggak ada rencana jual rumah,” kata pria kelahiran tahun 1999. Pria lulusan sekolah dasar yang kini sedang mengikuti kejar paket itu diketahui bekerja sebagai satpam komplek.

Dia bermimpi nantinya bisa melanjutkan kuliah dan mendapat pekerjaan yang layak demi ibunya.

Penulis: Balsamus Pieter Dwiwasa

Editor: Michael Ckow

Back to top button