TinjauAds
Tinjau

Puisi: Malam Ini Untuk Ibu

Dibaca dalam waktu1 Menit, 4 Detik

Penulis: Claudia Stella Hanu

Editor: Balsamus Pieter Dwiwasa 

Sekali lagi kudapati dirinya duduk terdiam di sana

memandangi potret lawas dua puluh tahun lalu yang telah memudar cukup lama

tanpa pernah memorinya hilang barang sejenak dari kepala

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Dialah anak kecil dalam foto itu yang mengenakan gaun merah muda

merengek manja sambil duduk di pangkuan ibunya

yang setia mengusap lembut rambut ikal terikat pita

sambil bercerita tentang semua kecuali duka

 

Ia mengingat secara baik bahkan tampak nyata

bagaimana daster bekas pakai ibu beraroma

lipstik merah ibu yang itu-itu saja

masakan ibu yang selalu membuat rindu pulang ke rumah meski tak sempurna

juga tangis ibu di sela-sela doa khusyuknya pada Sang Maha

Ia mengingat semua sampai tak ingat bagaimana cara melupa

Sebab kini yang ia bisa hanya mengenang segala

 

Malam ini ia di sana

duduk di atas rerumputan berbunga

di samping pusara ibu yang ia kasihi

untuk memberi senyuman musim semi

bagi wanita tercinta yang telah gugur;

di hatinya ia kubur

 

Hari ini ia memutuskan

untuk tidak menyiapkan apa-apa selain keberanian

merela ibu terbaring kaku di tempat peristirahatan

sebab yang lalu sampai kemarin adalah penyangkalan

bahwa ia telah kehilangan

 

Selamat Hari Ibu untuk semua ibu yang telah kembali kepada Pencipta

Semoga tenang dan damai jiwamu dalam peristirahatan penuh kasih cinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button