Refleksi Hari Ibu: Kes(ibu)kanmu
Perjalanan Seorang Ibu Yang Harus Bekerja Dan Mengurus Keluarga
Jakarta – Kehidupan di kota besar, menuntut semua orang untuk terus bergerak. Terlebih ketika sudah berkeluarga dan memiliki momongan, seseorang tentunya memiliki tanggung jawab yang lebih kompleks.
Dewasa ini, masih banyak orang-orang yang memilih untuk berkeluarga. Namun, di sisi lain, ada juga yang memilih untuk tidak berkeluarga dan menjalani hidup tanpa pasangan. Pilihan ini diambil oleh laki-laki maupun perempuan, sering kali karena tak ingin merasa kebebasannya terbatas. Bila memang membatasi kebebasan, lalu mengapa banyak yang memilih berkeluarga?
Pada peringatan Hari Ibu yang jatuh tepat pada hari ini, Kamis (22/12/22), mari kita merenungkan perjalanan ibu kita masing-masing. Di mana mereka bangun lebih pagi dari yang lain, demi merampungkan tugas harian sedini mungkin. Entah langsung bergegas ke dapur untuk mempersiapkan sarapan, atau mandi terlebih dahulu sebab harus mengurus persiapan pagi anggota keluarga lainnya.
Bagi ibu-ibu yang bekerja, selepas mengerjakan tanggung jawab di rumah, mereka harus mempersiapkan pekerjaannya kemudian. Bergulat dengan kesibukan di kantor dan di kepala, sembari memikirkan keluarga yang ia tinggalkan di rumah atau dititpkan di tempat lain.
Menjadi ibu rumah tangga pun bukanlah suatu hal yang lebih mudah. Seorang ibu melakukan semua pekerjaan rumah, mulai dari menyapu, mengepel, mencuci dan menyetrika baju, mencuci piring, dan lain sebagainya. Mungkin bukan suatu pekerjaan yang disenangi oleh semua orang, tetapi sebagai ibu rumah tangga, hal tersebut tampak wajib dilakukan.
Semua hal tadi hanya dari segi pekerjaan rumah. Bila berbicara tentang perhatian dan cinta, mungkin akan teringat lagu yang biasa dinyanyikan oleh anak-anak berjudul “Kasih Ibu”, Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Atau juga lagu lain yang biasa diputar di radio, karya Iwan Fals berjudul “Ibu”, ribuan kilo, jalan yang kau tempuh lewati rintang untuk aku anakmu…
Tak sedikit orang yang meneteskan air mata ketika mendengar lagu tersebut. Kita patut bersyukur atas keberadaan orangtua kita, terlebih ketika mereka masih hidup di dunia. Jangan pernah sekalipun kita sia-siakan.
Apa bedanya Hari Ibu dan Mother’s Day?









