TinjauAds
Mas GunturSastra Koma

Renungan Katolik Hari Raya Kemerdekaan RI, Minggu 17 Agustus 2025

Dibaca dalam waktu2 Menit, 4 Detik

TINJAU – “Kemerdekaan sebagai Anugerah dan Tanggung Jawab.” Bacaan-bacaan: Bacaan I: Sir. 10:1-8; Bacaan II: 1Ptr. 2:13-17; Bacaan Injil: Mat. 22:15-21

Hari ini setelah upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan RI, saya menyempatkan diri duduk di teras rumah sambil memandang tiang bendera yang masih tegak dengan Merah Putih berkibar di puncaknya. Dalam hening itu saya menyadari bahwa saya tidak sendirian. Ada sahabat terbaik yang menemani, yakni Tuhan Yesus. Maka saya pun bertanya kepada-Nya, “Tuhan, apa arti kemerdekaan yang sesungguhnya bagi kami sebagai bangsa sekaligus sebagai murid-Mu?”

Yesus tersenyum dan berkata, “Lihatlah bendera yang sedang berkibar itu. Apakah itu hanya selembar kain atau tanda dari sesuatu yang lebih besar?” Saya menjawab, “Itu tanda pengorbanan, persatuan, dan harapan bagi bangsa ini.” Yesus lalu menimpali, “Benar. Sama seperti salib adalah tanda penyerahan total kepada Bapa, bendera itu pun adalah tanda anugerah yang lahir dari perjuangan dan pengorbanan. Kemerdekaan bukan sekadar hak, melainkan panggilan untuk bertanggung jawab.”

Dari percakapan itu saya teringat akan bacaan pertama dari Kitab Sirakh: “Pemerintahan seorang bijak menjadikan rakyatnya sejahtera, tetapi pemerintahan orang bodoh membawa keruntuhan.” (Sir. 10:3). Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk hidup bijak, adil, dan setia kepada kebenaran.

Bacaan kedua dari surat 1 Petrus menegaskan: “Hiduplah sebagai orang merdeka, dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.” (1Ptr. 2:16). Inilah tantangan kita: jangan menjadikan kemerdekaan sebagai dalih untuk egoisme, korupsi, atau kesewenang-wenangan. Kemerdekaan sejati adalah kebebasan untuk mengasihi, melayani, dan menjaga martabat sesama.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Yesus dalam Injil hari ini menegaskan: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Mat. 22:21). Artinya, sebagai warga negara kita dipanggil untuk setia kepada tanah air, tetapi di atas semua itu kita harus tetap menjunjung tinggi Allah sebagai sumber segala kemerdekaan.

Oleh karena itu, marilah kita menyadari bahwa kemerdekaan adalah anugerah Tuhan yang harus kita hidupi dengan tanggung jawab. Mari kita merdeka dari egoisme, kebencian, dan ketidakadilan. Mari kita merdeka untuk mengasihi, merdeka untuk melayani, dan merdeka untuk memuliakan Allah dalam hidup berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, kemerdekaan bukan hanya menjadi kenangan sejarah, melainkan jalan iman yang membawa kita semakin dekat dengan Sang Sumber Kebebasan Sejati.


Penulis: Guntur

Mas Guntur adalah bagian dari Sastra Koma, kolom sastra TINJAU.ID, sebuah ruang sastra untuk mengkespresikan pikiran. Tulisan yang dimuat adalah buah pikiran penulis, bukan pendapat maupun berita yang disusun oleh jurnalisme redaksi.

Back to top button