Sebaran Gempa Pasca Cianjur
Penulis: Balsamus Pieter Dwiwasa
Editor: Michael Ckow
Sukabumi – Kejadian di Cianjur pada 21 November 2022, menjadi titik awal publik berfokus pada bencana alam yang bernama Gempa. Gempa yang memakan 334 korban jiwa ini menyadarkan kita bahwa bumi kita terus bergerak.
Menurut pakar gempa dan Dosen Teknik Geologi UGM, Dr Gayatri Indah Marliyani, Gempa Cianjur tidak memicu gempa yang terjadi di wilayah lain di Indonesia.
Sejumlah gempa terjadi menyusul Gempa Cianjur, semisal gempa Probolinggo pada Sabtu (03/12/22) dengan magnitudo 4.1, Gempa Garut Sabtu (03/12/22) dengan magnitudo 6.1, Gempa Gunung Kidul Minggu (04/12/22), Gempa Bangkalan Minggu (04/12/22), Gempa Jember pada Selasa (6/12/22) dengan magnitudo 6,2 dan terbaru Gempa Sukabumi hari ini (08/12/22) dengan magnitudo 5,8.
“Gempa Garut tersebut terjadi pada zona intraplate lempeng IndoAustralia yang menyusup di bawah Pulau Jawa. Sementara itu, gempa di Jatim berada pada zona prisma akresi di zona subduksi Jawa bagian timur,” tutur Gayatri di Kampus UGM, Rabu (07/12/22).

Wilayah Indonesia terdapat banyak lempeng tektonik yang saling bertabrakan, antara lain lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, Filipina dan beberapa lempeng lainnya.
Lempeng-lempeng ini bergerak dengan kecepatan sekitar 4-7 sentimeter (cm) per tahun sehingga pada batas-batas tumbukan lempeng ini, energi dari pergerakan tersebut terakumulasi, menyebabkan terjadinya retakan dan pergerakan patahan yang disertai dengan peristiwa gempa bumi.
Tinjauan Terkait: Gempa Cianjur: Mengungsi Demi Aman
Wilayah di sepanjang zona subduksi seperti sepanjang lepas pantai barat Sumatra sampai Lombok memang berada pada daerah tektonik aktif sehingga banyaknya kejadian gempa bumi di sekitar wilayah ini sebagai sesuatu yang wajar.
“Gempa yang terjadi adalah fenomena alam yang terjadi akibat pelepasan energi ketika tubuh batuan kerak bumi retak, patah, dan bergerak akibat tekanan yang berasal dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik di bumi,” kata Dr Gayatri.
Rentetan gempa yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia ini merupakan fenomena alam.
Jika diamati maka gempa di wilayah Indonesia setiap hari pasti terjadi, terutama gempa-gempa bermagnitudo kecil (M2-3). Sedangkan untuk gempa menengah (M4-5) frekuensi kejadian harian juga cukup besar, sedangkan gempa besar (>M5) hampir setiap tahun terjadi di wilayah Indonesia.
Menurut data yang terdapat di bmkg, Update Gempa Susulan Cianjur sampai dengan hari ini (08/12/22) pukul 06.00 WIB terjadi 402 kali gempa. Kekuatan fluktuatif melemah secara umum dan frekuensi kejadiannya makin jarang.









