PVMBG: Keadaan Tangkuban Parahu Setelah Semeru
Penulis: Balsamus Pieter Dwiwasa
Editor: Michael Ckow
Lembang – Keadaan Tangkuban Parahu setelah Semeru erupsi pada minggu (4/12/22) menunjukkan perubahan fluktuatif.
Setelah Cianjur, lalu Garut, hingga jauh ke Ibu bahkan Semeru, muncul informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahwa juga turut bergejolak.
Hidup di atas bumi dengan potensi gempabumi maupun letusan gunungapi perlu diingat oleh setiap orang Indonesia.
PVMBG merilis keadaan Tangkuban Parahu setelah Semeru erupsi sebagai salah satu yang perlu di khawatirkan.
Tinjauan Terkait: BMKG: Dugaan, Gempa Cianjur Karena Gerak Sesar Cimandiri
“Visual kawah Ecoma dari tanggal 1 – 30 November 2022, teramati kolom asap dengan intensitas tipis-sedang-tebal. Tekanan asap lemah, sedang, dan kuat dengan tinggi asap sekitar 5- 140 meter dari dasar kawah,” tulis PVMBG.
Menurut PVMBG, aktivitas vulkanik Tangkuban Parahu berupa gempa-gempa vulkanik dan tektonik.









