Lempar Salah Pasca Keputusan FIFA
Lempar salah pasca keputusan federasi sepak bola dunia, FIFA, yang membatalkan status tuan rumah bagi Indonesia, mulai bergulir. Jelas ini bukan karakter bangsa, namun sering ditemukan dalam dinamika hidup Indonesia.
Jakarta, tinjau.id – Mungkin dalam perhelatan terkecil hingga terbesar semacam Piala Dunia U20, lempar salah berharap ada yang salah, biasa.
Setelah FIFA membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 Rabu lalu, ribut-ribut soal siapa yang salah mulai mengemuka.
“Ratusan miliar melayang,” tulis netizen di media sosial.
“Ah lagian belagu, pada nolak-nolak Israel. Nyampurin politik sama olahraga,” tulis netizen lainnya.
[custom-related-posts title=”Baca Juga” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
-
PDI Perjuangan lempar ke PSSI
Tercatat paling ramai menyuarakan idealisme Soekarno soal kehadiran Israel di Indonesia, PDI Perjuangan malah paling getol bersuara soal kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah.
PDI-P menyayangkan keputusan FIFA yang mencabut status tuan rumah Indonesia. Dalam hal ini, PDI-P menyalahkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang tidak mampu melobi FIFA secara maksimal.
“Kami menyayangkan pembatalan event besar tersebut. Lobi-lobi PSSI terasa lemah atau tumpul,” kata politisi senior PDI-P Hendrawan Supratikno.
Hendrawan mengkelaim, pihaknya telah menyuarakan keberatannya sejak Agustus 2022 terkait kehadiran Israel di Piala Dunia U20. Saat itu, Hermawan mengeklaim telah mengusulkan bahwa pertandingan khusus Israel digelar di luar negeri. “Padahal sudah lama, sejak Agustus 2022, kami mengingatkan konsekuensi keikutsertaan Israel,” jelas dia.
-
Ganjar dan Koster minta warga doa
Sementara itu, Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster kompak mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan ini.
Koster berharap, keputusan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk bisa membangun sepak bola sebagai bagian dari supremasi bangsa. Ia pun meminta agar warga berdoa agar Israel dicoret dari kepesertaan Piala Dunia U20.
Senada dengan Koster, Ganjar juga berharap agar pencopotan status ini tidak memengaruhi semangat para pemain. Menurutnya, hal ini bukan merupakan akhir dari segalanya. “Harus tetap semangat terus. Ini bukan kiamat,” kata Ganjar.
-
Zainudin Amali dan PSSI lempar ke Gubernur
Terpisah, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali juga tidak bisa menutupi kekecewaannya atas batalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U20. Padahal, pihaknya telah menyiapkan segara infrastruktur dan semua hal terkait dengan penyelenggaraan turnamen ini.
Kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 telah melalui kesepakatan Government Guarantee baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Piye toh, itu kan sebelum sepakat mau jadi tuan rumah biasanya ada komitmen bersama. Kenapa kok pemerintah pusat beda ya sama si Gubernur Bali itu ya?” ungkap Diran, seorang mahasiswa yang tengah berolahraga di kawasan GBK Jakarta, Kamis (30/3/2023).
Menurut Diran, gagalnya perhelatan Piala Dunia U20 di Indonesia merupakan kegagalan besar koordinasi antar instansi.
“Itu kan Presiden PDIP, Gubernur Bali juga PDIP. Kok bisa beda sih? Mana yang benar nih. Kan kalau memang tidak setuju Israel tampil, ya sejak awal dong. Jangan bikin masyarakat PHP,” tambah Diran.
Pikiran Diran setidaknya sama dengan kekhawatiran Zainudin Amali.
“Yang dikhawatirkan setelah ini jangan sampai ada sanksi berat FIFA. Mereka menganggap bahwa kita tidak memberikan jaminan. Government Guarantee ditandatangani oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, bahwa kita sanggup menyelenggarakan Piala Dunia U20. Namun, ternyata kita tidak bisa dan kita dianggap tidak mampu,” kata Zainudin Amali.









