TinjauAds
BeritaHeadline

Serangan di Bandara Riyadh, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Waspada

Dibaca dalam waktu2 Menit, 45 Detik

TINJAU, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga negara Indonesia (WNI), khususnya jemaah umrah yang berada di Arab Saudi, meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya luka-luka.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha meminta WNI tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari otoritas setempat. WNI juga diminta menghindari lokasi rawan dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di kawasan terdampak.

“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Di tengah perkembangan situasi keamanan tersebut, Kemenhaj juga mengingatkan WNI agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi ataupun menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan. Masyarakat diminta mengandalkan sumber resmi dalam menentukan aktivitas maupun perjalanan selama berada di Arab Saudi.

Bagi jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta mereka terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, dan mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat. Penyelenggara juga diharapkan memastikan kondisi jemaah tetap terpantau serta menyampaikan informasi penting secara berkala.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Begitu juga bagi jemaah yang belum berangkat diminta terus memantau perkembangan situasi dan memastikan jadwal, status penerbangan, serta kesiapan keberangkatan melalui koordinasi dengan PPIU.

“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” kata Ichsan.

Kemenhaj juga mengimbau WNI memantau informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Belum Ada Laporan WNI Menjadi Korban

Sementara itu, KBRI Riyadh menyatakan belum menerima laporan mengenai WNI yang menjadi korban akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Sabtu.

“Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” demikian pernyataan KBRI Riyadh.

Mengutip Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA), KBRI Riyadh menyebut serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia.

Korban terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Selain korban meninggal, sebanyak 309 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk sejumlah korban dalam kondisi kritis. Para korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

KBRI Riyadh menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan apakah ada WNI yang menjadi korban atau menjalani perawatan di rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang dikutip dalam keterangan tersebut, terdapat sekitar 581.000 WNI di negara itu. Jumlah tersebut terdiri atas 351.070 pemegang izin tinggal atau iqamah dan 229.350 pengunjung atau peziarah.

Kedutaan juga mengimbau WNI, khususnya yang berada di Riyadh, meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan termasuk kawasan Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

“Warga Negara Indonesia juga diimbau untuk tetap tenang, mematuhi arahan otoritas setempat, serta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh,” demikian pernyataan KBRI Riyadh.

Back to top button