TinjauAds
Mo Ignas

Renungan Katolik, Hari Raya Penampakan Tuhan, Minggu 5 Januari 2025

Dibaca dalam waktu2 Menit, 39 Detik

TINJAU – “Allah Berkomunikasi Melalui Hal-Hal Sederhana”

Bacaan-bacaan:

Bacaan I         : Yes. 60:1-6

Bacaan II        : Ef. 3:2-3a.5-6

Bacaan Injil    : Mat. 2:1-12

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Bagi sebagian orang, mimpi adalah bunga tidur dan juga pelengkap tidur. Salah satu pertanda apakah tidur itu nyenyak atau tidak dinilai dari apakah orang itu bermimpi atau tidak. Namun demikian, bagi sebagian orang lainnya mencoba melihat mimpi dari kacamata spiritual. Mereka melihat bahwa mimpi adalah salah satu sarana komunikasi yang Allah gunakan untuk menyapa kita anak-anak-Nya. Bahkan, 2 tokoh dalam Kitab Suci, Yusuf dalam Perjanjian Lama dan Bapa Yosef dalam Perjanjian Baru dikisahkan berkomunikasi dengan Allah melalui mimpi mereka. Oleh karena itu, mimpi menjadi selalu sakral dan penuh dengan pertanda yang hendak disampaikan oleh Allah kepada anak-anak-Nya. Seorang tokoh psikologi, Carl Gustav Jung menamai mimpi, yang digunakan oleh Allah sebagai cara-Nya berkomunikasi, sebagai mimpi wahyu.

Berkaitan dengan mimpi, seringkali yang menjadi perhatian kita adalah mimpi-mimpi yang luar biasa, entah itu menakutkan atau membahagiakan. Tetapi, karena tidak didokumentasikan melalui catatan, biasanya kita akan melupakan mimpi itu. Alhasil, kita dipenuhi pertanyaan-pertanyaan kenapa saya bisa bermimpi begitu? Apa arti dari mimpi saya itu? Jangan-jangan Allah sedang ingin berbicara dengan saya melalui mimpi itu. Memang baik jika kita mendokumentasikan mimpi kita tepat setelah kita bangun dari tidur, lalu kemudian membedahnya agar mampu menemukan maksud Allah melalui mimpi itu.

Para Raja dari Timur atau yang dikenal sebagai orang Majus, yakni Caspar, Melchior, dan Balthasar, hari ini dirayakan mengunjungi Bayi Yesus. Peristiwa kunjungan ini terjadi setelah Bapa Yosef dan Bunda Maria mempersembahkan Bayi Yesus ke Bait Allah untuk disunat dan diberi nama. Nah, setelah kunjungan itu, para Majus ini diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali ke Herodes, akhirnya mereka pun pulang menggunakan jalur lain. Para Majus dari timur menyadari bahwa mimpi ini menjadi cara Allah menyapa mereka. Oleh karena itu, mereka cepat tanggap dan segera melakukan apa yang disampaikan oleh Allah melalui mimpi mereka.

Mimpi mungkin sesuatu yang sederhana, bahkan mungkin masih kita Yakini sebagai bunga tidur. Namun demikian, sesuatu yang sederhana inilah yang digunakan oleh Allah untuk berkomunikasi dengan kita. Seringkali kita tidak menyadari hal ini karena pemahaman kita mengajarkan kepada kita bahwa Allah selalu bekerja melalui hal-hal yang besar. Misalnya Mukjizat. Dengan demikian kita kurang bisa menangkap sapaan Allah melalui hal-hal yang sederhana dan sepele.

Melalui pengalaman ini, kita dapat menyadari bahwa Allah sudah selalu mengambil langkah pertama untuk mengajak kita berkomunikasi. Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih selalu saja menghindar untuk menjalin relasi dan komunikasi yang intim, personal, dan mendalam dengan Allah? Jika kita menghindar dari relasi tersebut, tentu kita akan banyak mengeluhkan bahwa Allah tidak mendengar doa saya, Allah jauh dari saya, padahal yang terjadi kitalah yang menjauh dari Allah. Semoga kita semakin menyadari cara komunikasi Allah kepada kita, bahkan melalui mimpi kita. Oleh karena itu, kalau ada yang tertidur saat misa, jangan dibangunkan, siapa tahu ia sedang berkomunikasi dengan Allah. Hahahaha….

Penulis: Ignatius Cliverd Oktavianus Richard Pr, Imam Diosesan Keuskupan Bandung

Mo Ignas adalah bagian dari Sastra Koma, kolom sastra TINJAU.ID, sebuah ruang sastra untuk mengekspresikan pikiran. Tulisan yang dimuat adalah buah pikiran penulis, bukan pendapat maupun berita yang disusun oleh jurnalisme redaksi.

Back to top button