TinjauAds
Regula

5 Fakta Kasus Ribuan Mahasiswa Korban TPPO di Jerman

Dibaca dalam waktu1 Menit, 21 Detik

TINJAU.ID Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus program magang di luar negeri telah terungkap, melibatkan ribuan mahasiswa Indonesia yang terjebak dalam situasi yang merugikan. Berikut beberapa fakta terkait kasus tersebut:

  1. Awal Mula Kasus: Kasus ini terungkap setelah aduan dari empat mahasiswa yang mengikuti program ferienjob di Jerman kepada KBRI Jerman. Mereka melaporkan bahwa program tersebut tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Sebanyak 1.047 mahasiswa diberangkatkan oleh PT Cvgen dan PT SHB dengan membayar biaya pendaftaran dan pembuatan dokumen sebelum akhirnya dipekerjakan sebagai buruh di Jerman.
  2. Modus yang Digunakan: Program ferienjob ini bukan merupakan program resmi dari Kemendikbud Ristek dan tidak memenuhi kriteria magang di luar negeri. Kelima tersangka menawarkan program ini kepada universitas di Indonesia dengan modus sebagai program magang, padahal sebenarnya para mahasiswa dipekerjakan sebagai kuli angkut di Jerman.
  3. Penetapan Tersangka: Polri telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, dua di antaranya akan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) jika tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Tiga tersangka lainnya sedang dalam proses penyidikan.
  4. Eksploitasi Mahasiswa: Mahasiswa yang terlibat dalam program ini dipekerjakan tidak sesuai dengan jurusan mereka, sehingga masuk dalam dugaan eksploitasi. Mereka dipekerjakan sebagai kuli angkut meskipun merupakan mahasiswa jurusan elektro.
  5. Peringatan dari Polri: Polri mengimbau universitas di Indonesia untuk tidak mudah tergiur dengan program magang yang ditawarkan oleh pihak luar. Mereka juga mengingatkan agar tidak tergiur dengan janji peningkatan akreditasi universitas melalui program magang di luar negeri. Polri sedang menyelidiki keterlibatan 33 universitas dengan 1.047 mahasiswa dalam program ini.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi pihak terkait, terutama universitas dan mahasiswa, untuk selalu berhati-hati dan teliti dalam mengevaluasi program-program magang yang ditawarkan.

Back to top button