TinjauAds
Regula

Kapolda Jatim Tegaskan Kabar Penculikan Anak Hoaks

Dibaca dalam waktu2 Menit, 9 Detik

Kapolda Jatim Toni Harmanto menegaskan bahwa kabar yang tersebar di media sosial perihal penculikan anak adalah hoaks. Tidak diketahui secara pasti kapan kabar tersebut itu dibuat, namun video atau foto yang beredar di medsos atau grup whatsApp dipastikan sudah lama.

Surabaya – Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto pun angkat bicara seputar kabar penculikan anak yang beredar luas di masyarakat. Jenderal bintang dua ini menegaskan kalau hal tersebut adalah kabar bohong.

“Penculikan anak itu adalah berita hoaks di beberapa tempat di Jawa Timur,” jelas Toni.

Toni pun meminta tim Siber Polda Jatim, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, untuk berperan aktif menangkis berita hoaks yang beredar. Menurut Toni, berita hoaks tidak bisa ia biarkan begitu saja. Terlebih, jika kabar tersebut menyangkut keselamatan anak.

“Kita juga melakukan takedown berita hoax,” kata Toni.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Akhir-akhir ini muncul fenomena terkait dengan kabar tentang penculikan anak. Di Kota Surabaya, Jawa Timur sendiri, kabar tentang penculikan anak sekolah tak hanya beredar melalui media sosial tapi juga grup-grup WhatsApp.

Sinyalir Ingin Buat Kegaduhan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menyampaikan hal yang senada. Eri memastikan bahwa kabar yang beredar terkait penculikan anak di Kota Pahlawan adalah hoaks. Eri pun mengatakan jika pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke pihak sekolah terkait kabar bohong tersebut.

“Pak Kapolda juga sudah menyampaikan bahwa isu itu di Jatim adalah hoaks. Kemarin memang ada (kabar penculikan) anak di sekolah, tak cek nggak (tidak) ada,” kata Eri

Menurut Eri, kabar tentang penculikan anak sama halnya dengan isu mengenai  geng motor yang diunggah ulang. Tidak tahu kapan video itu dibuat, namun yang pasti sudah lama.

“Ini sama dengan geng motor. Sudah tidak ada, dibilang ada. Video lama diputar. Akhirnya Pak Kapolres turun (mengecek) yang membuat video siapa, video tahun berapa, kan tahu semua. Sama seperti Pak Kapolda kemarin menyampaikan bahwa terkait ini (penculikan anak) adalah hoaks di Jawa Timur,” ujar  Eri.

Eri  pun lantas mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua agar tetap tenang ketika mendapatkan kabar tentang penculikan anak. Meski kabar itu hoaks, ia juga meminta masyarakat dan orang tua untuk tetap waspada.

Bagi Eri, selain dari pihak sekolah, peran para orang tua dalam menjaga sang buah hati juga penting. Seperti ketika anak pulang sekolah, orang tua harus dapat memastikan siapa yang akan menjemput.

“Kalau (anak) pulang sekolah jangan lepas begitu saja. Kalau orang tuanya bekerja, pasti ada orang yang kita percaya untuk menjemput. (Misal) becak yang menjadi langganan, mungkin begitu. Atau siapa itu. Ayo jaga bersama-sama,” tuturnya.

Eri menilai bahwa orang yang menyebar kabar penculikan anak sekolah ini ingin membuat kegaduhan. Walaupun demikian, ia kembali memastikan jika kabar yang beredar tersebut adalah hoaks.

Editor: Stebby Julionatan

Back to top button