TinjauAds
BisnisInspirasi

Martha Nalurita, Desainer Kekinian Balikpapan

Dibaca dalam waktu2 Menit, 46 Detik

Berawal dari hobi. Mendesain baju sekaligus menjahitnya. Martha Nalurita, kini jadi salah satu fashion desainer yang diperhitungkan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Di rumahnya, Atha, panggilan akrabnya, membuka bisnis fashion berbendera Samantha Project.

Balikpapan – Memulai usaha jahit rumahan Samantha Modiste pada tengah tahun 2014, perempuan kelahiran Yogyakarta, 9 Maret 1982 ini mengawali usaha fashion-nya dengan merancang busana anak. Tapi, dalam perjalanannya ternyata Atha banyak menerima permintaan untuk baju dewasa.

Kemudian, Atha pun merespon permintaan pelanggannya itu dengan mendesain baju-baju dewasa yang unik dan menarik, tapi tetap mengusung kesederhanaan.

Menjadi sebuah kebanggaan bagi Atha, ketika rancangannya dikenakan oleh 28 peserta The Ship for South East Asian and Japanesse Youth Program (SSEAYP). Rancangan Atha pun tidak hanya menjadi koleksi bagi pelanggan di Balikpapan saja, tetapi juga menjadi incaran bagi customer dari Jakarta, Palangkaraya, Makasar, Bengkulu dan Yogyakarta.

Brand Samantha Project

Seiring beragam proyek yang berkaitan dengan jahit, Atha makin percaya diri mengibarkan bendera Samantha Project dalam karya-karya besutannya. Dengan konsep androgini, lewat fashion Atha mewujudkan kesetaraan karakter antara laki-laki dan perempuan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Ditemui di sela kesibukanya menjahit busana, Atha bertutur bahwa ia sudah lekat dengan dunia modiste sejak masih kanak. Itu tak lain, karena sang ibu, Sri Suwantiyah adalah penjahit. Begitu pun dua kakaknya. Usaha rumah jahit keluarga didirikan di Jalan Langenarjan Kidul, Yogyakarta.

”Jadi dalam darah saya ini memang mengalir darah penjahit,” tutur mantan jurnalis ini.

Istri Lukas Adi ini melanjutkan passion-nya saat pindah ke Balikpapan mengikuti suami bertugas. Dukungan suaminya membuat usaha Atha tak hanya berkembang dari mulut ke mulut. Mereka juga gencar promosi melalui media sosial Instagram @samanthaproject.

”Saya dan suami juga bikin konten untuk website dan Youtube,” terang perempuan yang hobi baca dan travelling ini.

Lebih lanjut, penggemar karya-karya desainer Yohji Yamamoto ini menegaskan bisnisnya bergerak di dua ranah. Pertama, katanya usaha jahit Modiste Samantha. Lalu, ia mengusung brand Samantha Project untuk busana-busana rancangannya.

”Target marketnya mulai balita, anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua. Pokoknya, busana apa pun yang klien minta, kami bisa bikinkan,” kata Atha.

Ia menambahkan, saat ini usahanya sudah merambah ke tailor pria. Ia mendesain sekaligus menjahit jas.

Pokoknya Klien Tahu Beres

Atha menekankan pelayanan baik pada para kliennya. Ia tak segan datang jemput bola ke rumah klien untuk keperluan mengukur badan dan menjemput bahan baju.

Atha juga memberi pelayanan tambahan mengantar baju ke rumah pelanggan apabila si pemesanan tak sempat ambil sendiri. Sekaligus mengantar baju yang sudah jadi. ”Pernah,  jelang tengah malam saya dan suami antar baju ke rumah klien. Pokoknya, klien tahu beres dan tinggal pakai saja,” kisahnya.

Prospek Bisnis Fashion

Atha melihat Balikpapan punya potensi bagus untuk perkembangan bisnis fashion-nya. Ia optimistis, keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur akan membuat bisnisnya bertumbuh pesat.

Perempuan yang aktif sebagai pembicara di forum fashion di Balikpapan ini menyebut, sudah beberapa kali ia menampilkan karya-karyanya dalam berbagai event fashion show  di Balikpapan. Seperti trunk show di puncak acara pameran Look Pop Up Market di Mall Balikpapan 2015 dan show tunggal bertema Tatag Lanang di Plaza Balikpapan pada 2019. Ia mengaku mendapat respon positif dari publik.

Atha yang kerap menjadi juri lomba fashion show ini bekerjasama dengan banyak pihak untuk membesarkan usahanya. Salah satunya, kini ia dipercaya prodi tata busana SMKN 4 Balikpapan untuk membimbing siswa-siswa praktik kerja lapangan di rumah jahit miliknya.

Penulis: Yeti Kartikasari
Editor: Stebby Julionatan

Back to top button