Kaleidoskop 2022: Indonesia Dalam Bidang Olahraga
Panjat Tebing
Dari cabang olahraga Panjang Tebing, ada seorang atlet kita yang mendulang banyak prestasi tingkat internasional di sepanjang tahun 2022. Veddriq Leonardo, atlet panjang tebing Indonesia yang menyabet sejumlah gelar kejuaraan panjang tebing dunia di tahun 2022.
Keran prestasi Veddriq dibuka dengan capaiannya pada series IFSC (International Federation of Sport Climbing) World Cup 2022 seri yang digelar di Seoul, Korea Selatan pada 6 Mei 2022. Di babak perebutan medali emas, Veddriq keluar menjadi juara di nomor speed putra dengan catatan waktu 6,96 detik. Dalam ajang ini, atlet asal Indonesia menyapu bersih podium di nomor speed putra. Selain Veddriq yang keluar sebagai juara 1, ada Kiromal Katibin dan Rahmad Adi Mulyono yang keluar sebagai juara 2 dan 3.
Kemudian, Veddriq kembali keluar sebagai juara di series IFSC yang digelar di Salt Lake City, Amerika Serikat. Dengan catatan 6,3 detik, Veddriq mampu membawa pulang medali emas setelah mengalahkan atlet dari Austria.
Puncaknya dalam seri kejuaraan dunia IFSC ini, Veddriq keluar sebagai juara dunia setelah seri terakhir kejuaraan dunia panjat tebing ini digelar di Jakarta pada Sabtu 24 September kemarin. Dalam seri ini Veddriq hanya mampu finis di posisi kelima, tetapi torehan poinnya di klasemen umum kejuaran ini cukup untuk membuatnya menjadi juara dunia. Di akhir series, Veddriq mengoleksi 4.455 poin, masih lebih unggul dibandingkan atlet Indonesia lainnya, Kiromal Katibin yang berada di posisi kedua dengan 4.080 poin.
Di samping menjuarai kejuaraan dunia IFSC, Veddriq juga menjadi peraih medali emas nomor speed putra di The World Games 2022 yang digelar di Kota Birmingham, Alabama, Amerika Serikat. Dengan begitu, total ada 4 medali emas yang diraih Veddriq Leonardo sepanjang tahun 2022 ini.

Indonesia Lolos Piala Asia 2023
Timnas senior di bawah asuhan Shin Tae-yong tidak ada habisnya membuat publik pecinta sepakbola tanah air bahagia. Shin Tae-yong berhasil mengantarkan Timnas Indonesia lolos menuju kejuaraan Piala Asia 2023, setelah sukses berlaga di fase kualifikasi Piala Asia.
Kualifikasi Piala Asia 2023 yang dijalani timnas senior diselenggarakan di Kuwait. Dalam 3 pertandingan yang dijalani, Skuad Garuda mampu memenangkan 2 laga, dan 1 laga berakhir kekalahan.
Di laga pertama, Skuad Garuda mampu mengalahkan Kuwait dengan skor 2-1. Setelah itu Skuad Garuda berhadapan dengan Yordania yang merupakan salah satu tim kuat di Timur Tengah, dimana laga ini berakhir dengan skor 1-0 untuk Yordania. Untuk lolos ke putaran final Piala Asia, Skuad Garuda harus mampu meraih 3 poin di pertandingan pamungkas melawan Nepal, dan tantangan itu pun dituntaskan oleh anak asuh Shin Tae-yong dengan melibas Nepal tanpa ampun dengan skor 7-0.
Dari 3 pertandingan itu, Timnas Indonesia mengoleksi 6 poin, dan membuat Timnas Indonesia finis sebagai runner-up grup A. Hasil itu pun sudah cukup untuk mengantarkan Indonesia ke putaran final Piala Asia 2023 sebagai salah satu runner-up terbaik.
Perlu diketahui, keikutsertaan Indonesia pada Piala Asia tahun 2023 adalah yang pertama kalinya sejak terakhir kali berpartisipasi pada tahun 2007. Di tahun 2007 pun Indonesia lolos secara otomatis karena Indonesia adalah tuan rumah Piala Asia kala itu.
Sementara itu, di tahun 2022 ini timnas senior kita terus mengalami peningkatan peringkat di ranking internasional FIFA. Peningkatan peringkat Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan di era kepelatihan Shin Tae-yong. Sebelum Shin Tae-yong melatih, Timnas Indonesia bertengger di peringkat 173 FIFA. Saat ini, Timnas Indonesia sudah berada di peringkat 152 FIFA, naik 21 peringkat setelah dilatih oleh Shin Tae-yong.

Juara Umum ASEAN Para Game 2022
ASEAN Para Games tahun ini digelar di Kota Solo, Jawa Tengah pada 30 Juli hingga 6 Agustus. Dalam ajang pesta olahraga khusus atlet penyandang disabilitas se-Asia Tenggara ini, kontingen Indonesia keluar sebagai juara umum.
Kontingen Indonesia berhasil mengoleksi total 426 medali, dengan rincian 175 medali emas, 144 perak, dan 107 perunggu. Tak hanya sukses menjadi juara umum, capaian kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games ke-11 ini juga menjadi capaian terbaik sepanjang keikutsertaan Indonesia di ASEAN Para Games.
Sebelumnya, capaian medali terbanyak Indonesia di gelaran ASEAN Para Games adalah di ASEAN Para Games tahun 2011, yang kala itu juga diselenggarakan di Solo. Pada waktu itu, kontingen Indonesia mampu mengoleksi 310 medali, dan finis di posisi kedua dalam klasemen perolehan medali.
Prestasi para atlet kita patut diberikan apresiasi sebesar-besarnya. Selain mampu keluar menjadi juara umum dan memecahkan rekor, capaian atlet Indonesia di ajang ini juga terbilang sangat fantastis. 175 medali emas yang berhasil diperoleh oleh atlet Indonesia tahun ini jauh melebihi target Pemerintah Indonesia yang hanya menargetkan 104 medali emas.









