TINJAU, Jakarta – Cuaca buruk dan arus laut yang deras di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, masih menghambat pencarian Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam pada Selasa (15/9/2026). Sementara itu, Tim SAR belum dapat melakukan pencarian di bawah air karena dinilai berisiko bagi penyelam.
Dalam kapal yang tenggelam tersebut masih terdapat sekat-sekat atau ruang kosong yang memungkinkan bangkai kapal bergeser atau melayang. Kondisi itu dinilai dapat membahayakan penyelam apabila dilakukan pembukaan pada ruang kosong di dalam kapal.
“Jika kita memaksakan untuk membuka ruang kosong, dan di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa tinggi, tentunya akan membahayakan bagi penyelam,” ujar Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Untuk itu, Tim SAR akan menyiapkan pemanfaatan teknologi untuk pencarian bawah air melalui sonar, robot bawah air, dan drone bawah air yang tersedia di kapal Karpous guna mengoptimalkan pencarian bangkai kapal.
Berdasarkan data terbaru Basarnas pada Selasa (15/9/2026) siang, masih terdapat 129 orang yang hilang dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari total 243 penumpang dan kru.
Sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi dan seluruhnya telah tiba di Banjarmasin. Rinciannya, 108 orang tiba dalam kondisi selamat, sedangkan enam lainnya meninggal dunia.
Proses pencarian dan pertolongan masih berlangsung untuk menemukan penumpang yang belum dievakuasi. Saat ini, tim SAR gabungan masih menyisir kawasan perairan tempat Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi memastikan Kapal Virgo Transport 8 tidak mengalami kelebihan kapasitas saat kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kapal tersebut membawa 243 penumpang dan kru dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Sementara kapasitas maksimal Kapal Virgo Transport 8 mencapai 500 orang.
“Kapasitas penumpang juga untuk Kapal Virgo Transport 8 berada di 500 orang, jadi masih jauh dari kapasitas maksimalnya,” kata Dudy dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026).
Meski demikian, Kementerian Perhubungan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden tersebut.
“Proses tersebut akan dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai dengan kewenangannya,” tegasnya.
Dudy meminta semua pihak bersabar dan memberikan waktu kepada KNKT untuk bekerja secara independen serta berbasis data dan fakta guna memastikan penyebab kecelakaan secara objektif. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi keselamatan transportasi.
Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026) dengan membawa 243 penumpang dan kru.









