Tips Membuat Resolusi Tahun Baru
2. Refleksikan masa lalu
Kita tak jarang memandang masa lalu secara miring dengan berkata, “jangan ungkit masa lalu”, “kita tidak hidup di masa lalu, move on dong!” dan semacamnya. Padahal, ini hanya persoalan kekeliruan cara pandang. Jika ‘diperlakukan’ secara benar, masa lalu menyediakan berbagai pembelajaran yang dapat membantu kita mempersiapkan sesuatu yang di depan dengan lebih baik.
Dalam pelajaran saja, kita sering kali diminta untuk mengulangi bab sebelum memulai bab baru. Hal tersebut bertujuan agar kita dapat lebih mudah memahami apa yang akan kita pelajari selanjutnya. Begitu pula dalam membuat resolusi. Bukankah memang, untuk melihat sesuatu secara lebih jelas, kita perlu mengambil jarak? Mengambil beberapa langkah ke belakang, untuk kemudian menapaki ribuan langkah ke depan.
3. Membuat dan melakukan prioritas
Sebagai manusia, dengan segala hasrat memenuhi kebutuhan, kita sering kali jatuh dalam kedangkalan keinginan semu. Dewasa ini, tak jarang orang menjadi latah ingin memiliki yang dimiliki orang lain, tanpa pernah sadar bahwa sumber kebahagiaan setiap orang berbeda.
Agaknya benar jika dikatakan manusia adalah makhluk yang tak pernah puas, selalu menginginkan lebih dan lebih lagi dari apa yang dimiliki atau dicapai. Sedangkan, hal itu sering kali berbenturan dengan apa yang menjadi kapasitasnya. Di sini, kita perlu rendah hati mengakui bahwa diri kita terbatas sebagai manusia. Kita tak mungkin memiliki segala, dan sesungguhnya tak pernah perlu memiliki semua. Maka, mulailah dengan menyadari benar apa yang sungguh menjadi kebutuhan, dan berupaya untuk mencapainya. Sebab, bukan perkara seberapa banyak apa yang hendak kita perbuat, melainkan seberapa berarti hal yang perlu kita lakukan.








