TinjauAds
HabitusPilihan Redaksi

Gempa M6,0 Guncang Sumenep

Dibaca dalam waktu1 Menit, 23 Detik

TINJAU, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tektonik mengguncang wilayah Sumenep dan Pulau Sapudi, Jawa Timur, dengan kekuatan magnitudo terkini M6,0. Gempa terjadi di kedalaman 12 kilometer.

Menurut Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut. “Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/10/2025).

Dampak gempa dirasakan cukup kuat di Pulau Sapudi dengan intensitas V–VI MMI sehingga menimbulkan kerusakan ringan. Getaran juga terasa di Sumenep, Pamekasan, dan Surabaya dengan skala III–IV MMI, sementara di Tuban, Denpasar, hingga Gianyar tercatat intensitas III MMI. Sejumlah daerah lain seperti Banyuwangi, Tabanan, Buleleng, hingga Lombok merasakan getaran pada skala II–III MMI.

BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta memperhatikan keamanan bangunan sebelum kembali ke rumah.

Hingga pukul 00.29 WIB, BMKG memantau adanya empat kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M4,4. “Kondisi ini masih dalam kategori wajar pascagempa utama,” kata Daryono.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu atau informasi yang tidak jelas sumbernya. Informasi resmi hanya disebarkan melalui kanal komunikasi BMKG, baik media sosial terverifikasi, laman resmi, hingga aplikasi mobile.

Selain itu, warga diminta menjauhi bangunan yang rusak atau retak akibat guncangan. Pemeriksaan terhadap struktur rumah perlu dilakukan untuk memastikan keamanannya. Langkah ini penting untuk menghindari risiko tambahan jika terjadi gempa susulan.

Dengan gempa berpusat di bawah laut dangkal, aktivitas sesar aktif kembali menjadi perhatian. BMKG menekankan perlunya kewaspadaan masyarakat pesisir dan kepatuhan pada standar bangunan tahan gempa guna meminimalkan risiko kerusakan dan korban jiwa di masa depan.

Back to top button