23 Wartawan Asing Tinjau Proyek IKN
Sebanyak 23 wartawan asing dari berbagai negara meninjau lokasi pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN). Mereka ditemani Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono.
Penajam Passer Utara, tinjau.id – Badan Otorita IKN mengajak 23 wartawan dari berbagai berbagai negara untuk melihat langsung perkembangan pembangunan infrastruktur di sana.
Mereka adalah para jurnalis media asing yang tergabung dalam komunitas Jakarta Foreign Correspondent Club (JFCC).
Kunjungan 23 jurnalis dari berbagai media asing itu mendapat kawalan langsung Kepala Badan Otorita IKN, Bambang Susantono.
Bambang mengajak mereka untuk meninjau sejumlah spot utama dari berbagai proyek pembangunan infrastruktur IKN.
Di antaranya ke lokasi titik nol IKN, lokasi pembangunan Istana Kepresidenan, hingga hunian pekerja kontruksi.
Menurutnya, Badan Otorita IKN sengaja mengajak para jurnalis senior itu untuk memperkenalkan progres pembangunan infrastruktur di wilayah IKN ke mancanegara.
Selain itu juga untuk menunjukkan ke dunia internasional, bahwa Indonesia mampu membangun dan menciptakan kota yang maju dan modern secara mandiri.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
“Hari ini, Saya bersama 23 jurnalis senior dari berbagai media asing mengunjungi beberapa spot. Mulai dari titik nol IKN, lokasi pembangunan Istana Kepresidenan atau Istana Negara, hingga melihat kondisi hunian pekerja kontruksi,” kata Bambang, Jumat (10/3/23) pagi.
Bambang menyebut, kedatangan para wartawan mancanegara ke wilayah IKN itu, juga untuk memperkenalkan kepada dunia internasional konsep pembangunan kota modern, namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.
Pasalnya, pembangunan infrastruktur di wilayah IKN akan tetap berkomitmen untuk menjaga keanekaragaman hayati di wilayah IKN.
“Di sini saya tekankan lagi. Kami di Otorita IKN tetap berkomitmen untuk menjaga keragaman hayati yang ada di wilayah ini. Salah satunya, adalah dengan melakukan deforestasi, untuk mengembalikan fungsi hutan tropis,” tutupnya.








