Google Doodle Rayakan Hari Perempuan Internasional
Google Doodle hari ini, 8 Maret 2023 di laman utamanya turut memperingati Hari Perempuan Internasional. Tahun ini merupakan peringatan ke-112 sejak pertama kali dirayakan pada tahun 1911.
Jakarta, tinjua.id – Hari ini, Google Doodle memperlihatkan tema International Women’s Day 2023.
Menariknya, setiap huruf Google menampilkan beberapa perempuan di dunia untuk saling mendukung maju dan meningkatkan kehidupan satu sama lain.
Tidak hanya itu saja, Google hari ini juga menambahkan sebuah animasi di laman webnya bertema Hari Perempuan Internasional 2023.
Jika doodle di laman utama pencarian di klik, maka pengguna akan mendapatkan sajian sehuah animasi konfeti bertebaran dari atas laman browser.
Tunggu dulu, tak hanya itu saja! Tersaji pula sebentuk animasi beberapa bendera berwarna ungu berjalan dari kanan bawah peramban ke kiri.
Google dalam keterangannya menyebut, perempuan dalam posisi berpengaruh mengadvokasi kemajuan dalam isu-isu penting bagi kehidupan perempuan di seluruh dunia.
“Wanita adalah pengasuh utama bagi orang-orang dari semua lapisan masyarakat, dan sistem pendukung penting satu sama lain dalam keibuan, ” ulas Google.
Google Doodle International Women’s Day 2023 ini dibuat oleh kreator Alyssa Winans.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Ia menuturkan,bagaimana dukungan wanita dalam kehidupannya. Sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, ia mendapat manfaat dari kebijaksanaan dan dukungan yang datang sebelum dirinya.
“Saya tahu apa artinya menjadi seorang wanita, sehingga tidak semuanya dapat tertangkap dalam satu gambar,” jelas Alyssa.
Ia berharap, Google Doodle hari ini menjadi titik awal untuk merenungkan betapa luas, kompleks, bernuansa, dan kuatnya pengertian tentang kewanitaan.
Sejarah Hari Perempuan Sedunia
Mengutip dari laman BBC, Senin (8/3/21), Hari Perempuan Internasional tumbuh dari gerakan buruh menjadi acara tahunan yang mendapat pengakuan PBB.
Bermula pada 1908 silam, saat 15.000 perempuan berbaris melalui New York City menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak untuk memilih.
Setahun kemudian, Partai Sosialis Amerika yang mendeklarasikan Hari Perempuan Nasional untuk pertama kalinya. Ide membuat hari internasional datang dari seorang perempuan bernama Clara Zetkin.
Ia menyarankan gagasan itu pada 1910 di Konferensi Internasional Perempuan Pekerja di Kopenhagen. Ada 100 perempuan dari 17 negara, dan mereka menyetujui sarannya dengan suara bulat.
Austria, Denmark, Jerman dan Swiss merupakan negara yang pertama kali merayakan peringatan Hari Internasional Perempuan pada 1911 di.
Namun PBB baru meresmikan perayaannya pada 1975. Tema pertama yang diadopsi oleh PBB (1996) adalah “Merayakan masa lalu, Merencanakan Masa Depan”.
Pada 2011 merauakan peringatan yang ke 100 tahun. Jadi tahun ini secara teknis perayaan ke-112 Hari Perempuan Internasional.
Hari Perempuan Internasional telah menjadi tonggak perayaan seberapa jauh perempuan telah datang dalam masyarakat, politik dan ekonomi. Sementara, akar politik hari itu berarti pemogokan dan protes untuk meningkatkan kesadaran akan ketidaksetaraan yang terus berlanjut.








