Revitalisasi Jembatan Otista Bogor, Ini Perubahan Rekayasa Lalin
Rencana revitalisasi Jembatan Otista pasca hari raya Idul Fitri 1444 hijriah, akan mengubah skema rekayasa lalu lintas (lalin) di seputaran Kebun Raya Bogor. Seperti apa?
Bogor, tinjau.id – Kepala Satlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Galih Apria menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan skema arus kendaraan yang mengalami penyesuaian.
“Konsep pengalihan arus secara terperinci nanti menjelang gladi atau percobaan sebelum melaksanakan penutupan Jembatan Otista,” kata Kompol Galih., baru-baru ini.
Setelah percobaan, pihaknya akan melihat sejauh mana efektivitas dari rencana rekayasa tersebut. Baru nanti memutuskan untuk rekayasa yang sebenarnya.
“Kita lihat efektivitasnya saat simulasi. Kami harapkan agar semua lapisan masyarakat terminimalisir akibat dampak penutupan Jembatan Otista. Insya Allah, (uji coba) satu minggu setelah lebaran. Tepatnya setelah arus balik pemudik Idul Fitri,” jelasnya.
Menurut Galih, saat ini pihaknya tengah menyiapkan rekayasa uji coba tersebut. Seperti membongkar pembatas jalan, pengadaan road barrier dan lainnya.
“Kita sedang persiapkan pembongkaran pembatas di Tugu Kujang, pulau jalan di Batu Tulis, pengadaan road barier dan lainnya,” ungkap Galih.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Pemerintah Kota Bogor akan memulai proses pembangunan Jembatan Otista di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. Pemkot akan merevitalisasi jembatan yang kerap menjadi biang kemacetan untuk membangun ulang.
Pembangunan Jembatan Otista ini menggunakan anggaran Pemprov Jawa Barat sebesar Rp 52 miliar.
Berikut Rencana Rekayasa Lalu Lintas
Arus kendaraan di Simpang Tugu Kujang – Simpang Amaris
- Dari Simpang Tugu Kujang sampai dengan Simpang Amaris jadi 2 arah.
- Arus yang dari arah Baranangsiang menuju seputaran lokasi Botani berputar di Simpang Tugu Kujang.
- Arus dari arah Jalan Bangka belok kanan selanjutnya dapat ke Baranangsiang atau belok kiri ke Amaris.
Simpang Amaris, Jalak Harupat, dan Denpom menuju Jembatan Otista
- Dari Simpang Amaris sampai dengan Simpang Denpom jadi satu arah berbalik dengan kondisi eksisting.
- Arus dari arah Jalan Salak tidak ada ada yang belok kiri ke arah Amaris, semua belok kanan ke arah Denpom.
- Di Simpmg Denpom arus yang dari arah Amaris semuanya belok kanan ke arah Jalan Sudirman. Dan arus dari arah Jalan Juanda semuanya belok kiri ke arah Jalan Jenderal Sudirman. Tidak ada yang masuk ke Jalan Jalak Harupat.
Dari Simpang Denpom, Air Mancur, dan Warung Jambu
- Dari Simpang Denpom sampai dengan Simpang Warung Jambu jadi satu arah.
- Di Simpang Air Mancur arus dari arah Simpang Denpom dapat melalui Jalan Pemuda-Jalan Dadali-Simpang Warung Jambu atau Jalan A. Yani- Simpang Warung Jambu.
- Di Simpang Warung Jambu tidak ada kendaraan yang masuk menuju ke arah Simpang Air Mancur.
- Arus yang dari arah Jalan RE Martadinata semuanya belok kiri ke arah Warung Jambu tidak ada yang mengarah ke Simpang Denpom.
Arus kendaraan dari Simpang Ahoy – Suryakencana
- Arus dari arah Jalan NV Sidik dapat belok kanan ke Jalan Siliwangi atau belok kiri ke Jalan Suryakencana.
- Dari Simpang Ahoy sampai dengan Simpang Suryakencana diberlakukan satu arah berbalik dengan Eksisting.








