Ratusan Warga Lembang Keracunan Makanan
Sebanyak 203 warga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan pada hajatan pernikahan warga Kampung Cijengkol, Wangunsari, Lembang, Minggu (26/2/23).
Lembang, tinjau.id – Kepala Desa Wangunsari, Diki Rohani mengatakan, hingga Selasa (28/2/2023) tercatat 203 warga menjadi korban keracunan massal.
Mereka awalnya menderita gejala mual, muntah dan diare setelah menyantap hidangan pada hajatan warga.
“Kami mendirikan posko darurat di Masjid Al Hudaya, karena penanganan awal terpusat di situ. Kalau ada yang harus mendapatkan perawatan lebih lanjut, baru membawa ke rumah sakit,” kata Diki.
Menurutnya, pada hari Minggu ada hajatan pernikahan yang mengundang lebih dari 500 undangan. Sajian hidangan berupa rolade, nasi, beef steak, buah, dan tumis sayuran.
“Senin subuh warga mulai terasa mual diduga akibat keracunan makanan. Ada yang setelah mendapat perawatan dari posko pulang kembali ke rumahnya. Namun sebagian mendapat rujukan ke RSUD Lembang dan RS Advent,” terangnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Hernawan Widjayanto menerangkan, pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk mengetahui penyebab keracunan massal ini.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Hernawan menduga faktor kebersihan dalam pengolahan makanan menjadi sumber terjadinya keracunan massal.
“Kami sudah mengambil sampel makanan untuk mengetahui penyebab keracunan. Mudah-mudahan segera dapat mengetahui hasilnya atau penyebabnya,” terang dia.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengatakan, pemerintah akan menjamin biaya pengobatan bagi korban yang kini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
“Saya turut prihatin. Dinas Kesehatan sudah turun dan mencari penyebabnya. Selain itu kita jamin biaya pengobatan korban yang kini menjalani perawatan,” kata Hengki.








