TinjauAds
BisnisDigitus

Transaksi Digital Banking Indonesia: 5 Ribu Triliun Rupiah

Dibaca dalam waktu1 Menit, 43 Detik

Transaksi digital banking Indonesia hingga Oktober 2022 tercatat berada pada angka 5 Ribu Triliun Rupiah. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia menaikkan jumlah transaksi perbankan melalui kanal digital.

Jakarta – Transaksi digital banking Indonesia hingga Oktober 2022 tercatat berada pada angka 5 Ribu Triliun Rupiah.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia menaikkan jumlah transaksi perbankan melalui kanal digital. Angkanya melonjak tajam karena pola aktivitas masyarakat yang terkonsentrasi pada perilaku digital, juga karena banyak pembatasan perjumpaan langsung akibat pandemi itu sendiri.

Masyarakat mulai beralih pada perilaku berbelanja secara daring, membayar secara non-tunai dan memanfaatkan sistem pembayaran digital, ditambah dengan giat perbankan yang terus mengupayakan akselerasi digital banking.

Bank Indonesia (BI) mencatat adanya kenaikan nilai transaksi digital banking sebesar 38,38% Year-on-Year (YoY). Atau meningkat menjadi Rp 5.184,1 triliun pada Oktober 2022. Sementara untuk keseluruhan tahun 2022 diproyeksikan naik 30,19% YoY, hingga mencapai Rp 53.144 triliun. BI pun memprediksi pada tahun 2023 dan 2024, transaksi digital banking kian diminati masyarakat.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI hingga PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) mencatatkan peningkatan pesat pendapatan berbasis komisi atau fee based income pada kuartal III/2022. Hal ini disebabkan oleh masifnya digitalisasi perbankan.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa perseroan telah mengumpulkan fee based income sebesar Rp13,6 triliun per kuartal III/2022, tumbuh 11,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Penopang utamanya adalah transaksi e-channel melalui BRImo, ATM BRI, serta Agen BRILink,” ujar Gunarto.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) juga mencatatkan lonjakan transaksi digital banking. Per 30 September 2022, 97% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan branchless banking. Hal tersebut mendorong bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia ini untuk terus menggenjot digitalisasi layanan perbankan.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pun mencatatkan peningkatan fee based income per kuartal III/2022 hingga Rp12,2 triliun. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn mengatakan BCA memang terus memacu transaksi digitalnya melalui mobile banking dan internet banking.

Penulis: Michael Ckow

Editor: Rio Cornelianto

Back to top button