TinjauAds
Tinjau

Garuda Melangkah Dengan Percaya Diri

Dibaca dalam waktu1 Menit, 42 Detik

Penulis: Balsamus Pieter Dwiwasa

Editor: Michael Ckow

Jakarta – Garuda Nusantara (Indonesia) berhasil menerkam kekokohan Angkor (Julukan Kamboja). Hal tersebut terjadi pada Jumat (23/12/22) malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Kemenangan dalam pertandingan pertama untuk Indonesia dapat meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Seperti yang telah dilakukan mereka tadi, meski Kamboja sempat menyamakan kedudukan, mereka tetap berjuang dan akhirnya berhasil membuat gol kemenangan dari kaki Witan Sulaiman.

Semua gol tercipta di babak pertama, membuat Shin Tae-yong (Pelatih Indonesia), merasa kesal. Sebab para pemain gagal menggunakan kesempatan yang ada untuk menghibur para fans. Pertandingan yang dihadiri 25.322 penonton ini cukup membuat hati penonton terhibur ditengah tidak diijinkannya penonton dalam pertandingan liga Indonesia.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Tinjauan Terkait: Mereka (Kanjuruhan) Dibunuh?

Babak kedua laga berlangsung muncullah tulisan-tulisan yang bersuara untuk mengusut tuntas tragedi kanjuruhan. Pertandingan yang dihadiri secara langsung oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, juga tercoreng oleh beberapa aksi yang kurang mengena di hati para penonton.

Kejadian yang dimaksud ialah beberapa suporter masuk ke lingkup lapangan tetapi tidak sampai ke lapangan pertandingan. Mereka mengejar ‘oknum’ yang memancing emosinya. Menurut beberapa suporter tindakan ini mengganggu konsentrasi penonton dan para pemain.

“Ngapain sih itu, ganggu konsentrasi aja, kita mau dukung Indonesia, bukan malah mencari musuh, dewasalah menjadi suporter!” Ujar seorang penonton kepada wartawan tinjau.id

“Ini kancah internasional, jangan sampai malah menjelekkan kita di mata dunia, juni kita jadi tuan rumah Piala Dunia U-20-kan mas? Masih mau seperti ini?” tambahnya.

Sampai kapan suporter Indonesia bisa menjadi “pemain” yang tidak tempramental? Suara kita memang kecil, tetapi tak boleh berhenti, terus perjuangkan tanpa harus menggunakan fisik. Jadilah suporter yang dewasa, yang dapat bertindak seperti “pemain” yang taat pada pelatihnya, demi mencapai tujuan bersama, yaitu sebuah kemenangan.

Tinjauan Terkait: (Sepak Bola Indonesia) Mengikuti Arab Saudi, Sanggupkah?

Langkah pertama sudah dilalui dengan penuh Percaya Diri, semoga di langkah selanjutnya, Indonesia dapat konsisten untuk meraih kemenangan sehingga dapat memperoleh juara, karena kita sudah mendapatkan 6 mendali perak, tak maukah kita mencoba untuk mendapatkan emas? Seperti yang dilakukan Lionel Messi dan Argentina, dalam piala dunia Qatar 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button