Kecam Kerusuhan Demonstrasi di Prancis, Macron Janji Tindak Tegas Pelaku Perusakan
TINJAU, Jakarta – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras kerusuhan yang mewarnai demonstrasi memprotes kenaikan biaya hidup di sejumlah wilayah negaranya.
Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan aspirasi tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan, perusakan, hingga penjarahan.
Dalam pernyataannya, Macron mengungkapkan kemarahan sekaligus kekecewaannya atas situasi yang terjadi.
Ia menilai aksi perusakan terhadap fasilitas publik dan tempat usaha tidak dapat diterima, terlebih ketika demonstrasi yang berlangsung justru berujung pada kekacauan.
“Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu,” ujar Macron saat memberikan arahan terkait penanganan demonstrasi yang berujung ricuh pada akhir pekan lalu, seperti dikutip dari AFP.
Untuk merespons situasi tersebut, Macron mengatakan pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
Ia juga berkoordinasi dengan para wali kota untuk melindungi kawasan perkotaan, bangunan publik, dan tempat usaha yang terdampak kerusuhan.
“Saya mengambil keputusan dengan berkoordinasi bersama para wali kota untuk melindungi kota-kota, bangunan publik, dan tempat usaha kita,” kata Macron.
Macron turut meminta masyarakat membedakan warga yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan pihak-pihak yang memanfaatkan demonstrasi untuk melakukan tindakan anarkis.
Menurutnya, tuntutan yang sah tidak dapat disamakan dengan aksi merusak, menghancurkan, dan menjarah.
Ia memastikan para pelaku perusakan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pemerintah, kata Macron, akan mengambil sikap tegas tanpa kompromi terhadap mereka yang terlibat dalam kerusuhan.
“Mereka yang telah melakukan perusakan harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, kerusuhan yang terjadi juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan aparat keamanan dalam mengantisipasi demonstrasi.
Sejumlah kritik publik menyoroti dugaan kurang memadainya persiapan polisi dalam menghadapi situasi yang berkembang di lapangan.
Menanggapi kritik tersebut, Macron menjanjikan transparansi penuh dalam mengevaluasi respons aparat keamanan selama aksi protes berlangsung.
Ia meminta Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengidentifikasi berbagai kekurangan dan mengambil langkah perbaikan yang diperlukan.
Evaluasi tersebut secara khusus mencakup pengumpulan intelijen dan langkah-langkah antisipasi sebelum demonstrasi berlangsung.
Macron menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan penjelasan yang jelas mengenai penanganan situasi tersebut.
Di sisi lain, Macron juga menjanjikan dukungan bagi pelaku usaha yang mengalami kerugian akibat kerusuhan.
Ia menilai penjarahan dan perusakan di jalan-jalan kota merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus ditangani secara serius.
Pemerintah Prancis kini menghadapi tantangan untuk merespons keresahan masyarakat terkait kenaikan biaya hidup sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban. Macron menegaskan, penyampaian aspirasi secara damai harus tetap dibedakan dari tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat luas.









